Example floating
Example floating
Home

Ini Alasan Pembatalan Stadion Patriot Candrabhaga yang Mengejutkan!

Alfi Fida
×

Ini Alasan Pembatalan Stadion Patriot Candrabhaga yang Mengejutkan!

Sebarkan artikel ini
Ini Alasan Pembatalan Stadion Patriot Candrabhaga yang Mengejutkan!
Ini Alasan Pembatalan Stadion Patriot Candrabhaga yang Mengejutkan!

MEMO

Partai Keadilan Sosial (PKS) Akan Bawa Kasus Pembatalan Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi ke Ranah Hukum: Berpotensi Mencederai Demokrasi dan Merugikan Martabat PKS

Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap

Partai Keadilan Sosial (PKS) berencana untuk membawa kasus pembatalan penggunaan Stadion Patriot Candrabhaga di Bekasi, Jawa Barat, yang akan digunakan untuk acara senam bersama Anies Baswedan ke jalur hukum.

Ketua DPD PKS Kota Bekasi, Heri Koswara, menyatakan bahwa pembatalan ini bisa berdampak pada demokrasi dan merugikan martabat PKS sebagai partai pemenang di Kota Bekasi. Meskipun demikian, pelaporan atas pembatalan ini belum dapat dipastikan kapan akan dilakukan.

Baca Juga: DPR Desak BPOM Razia Kurma Berpengawet Selama Bulan Ramadhan

Heri Koswara: Pembatalan Acara Senam Rugikan Demokrasi di Bekasi

Partai Keadilan Sosial (PKS) berencana untuk membawa kasus pembatalan penggunaan Stadion Patriot Candrabhaga di Bekasi, Jawa Barat, yang akan digunakan untuk acara senam bersama Anies Baswedan ke jalur hukum.

“Menurut saya, pembatalan ini merusak demokrasi di Kota Bekasi karena dilakukan secara mendadak dan tidak memberikan solusi,” ungkap Ketua DPD PKS Kota Bekasi, Heri Koswara, di depan Stadion Patriot Candrabhaga pada hari Sabtu (29/7).

Baca Juga: Pengawasan Dana Desa: Hak & Kewajiban Aktif Masyarakat

“Kami akan membawa masalah ini ke jalur hukum dan ke depan dengan izin Allah. Ya, kami akan mencari solusi hukum karena tindakan ini merugikan martabat PKS sebagai partai pemenang di Kota Bekasi. Saat ini, kami sedang mempertimbangkan dan menunggu waktu yang tepat,” tambahnya.

Namun, Heri belum dapat memastikan kapan pelaporan akan dilakukan.

Heri menyatakan bahwa Pemerintah Kota Bekasi membatalkan penggunaan stadion pada Jumat malam (28/7). Padahal, acara senam bersama Anies direncanakan akan digelar pada pagi harinya.

“Pada pukul 22.00 WIB malam tadi, mereka memberikan izin, tetapi izin tersebut tidak berarti apa-apa karena acara ini memerlukan persiapan,” jelasnya.

Meskipun begitu, menurut Heri, di balik pembatalan tersebut, masyarakat justru semakin dekat dengan Anies Baswedan karena dapat bertemu dan berinteraksi dengan ratusan pendukung melalui flashmob.

“Bayangkan saja, jika senam ini diadakan di Gedung Olahraga (GOR), pasti tidak akan semeriah seperti ini. Ada banyak berkah di balik pembatalan yang dilakukan oleh Plt (Pj) untuk acara ini,” ucap Heri.

Tuding Mencederai Demokrasi, PKS Akan Bawa Kasus Stadion Bekasi ke Pengadilan

Heru menjelaskan bahwa berdasarkan informasi yang diterima, Pemerintah Kota Bekasi membatalkan penggunaan stadion karena pada Sabtu malam stadion tersebut akan digunakan untuk pertandingan sepak bola antara Bhayangkara melawan PSM Makasar.

“Namun, sejak survei dilakukan, kami sudah sepakat untuk tidak menggunakan lapangan utama. Bahkan, kami sudah menyiapkan batas area yang diizinkan,” papar Heri.

Heru juga menyatakan bahwa Pemerintah Kota Bekasi membatalkan izin penggunaan Stadion Patriot Candrabhaga karena mendapat informasi bahwa Anies dipastikan akan hadir dalam acara senam bersama yang diadakan oleh PKS.

“Tapi tiba-tiba, karena mendengar bahwa sosok yang mendorong perubahan hadir di Kota Bekasi, tanpa pertimbangan yang matang, izin dibatalkan tanpa pemberitahuan dan tanpa memberikan solusi alternatif,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Anies mengapresiasi acara senam bersama yang diinisiasi oleh PKS. Ia menyatakan senang melihat antusiasme masyarakat yang begitu luar biasa, meskipun acara sempat menghadapi tantangan dengan pembatalan penggunaan stadion yang telah direncanakan sebagai lokasi acara.

“Ini menunjukkan solidaritas, dan InsyaAllah, kegiatan seperti ini mengirimkan pesan kepada seluruh masyarakat bahwa ada antusiasme untuk bersama-sama mendorong kemajuan dan keadilan, dan itulah yang ingin kita lakukan bersama melalui Pemilu dan Pilpres 2024 mendatang,” ujar Anies.

Dikonfirmasi terpisah, Plt. Wali Kota Bekasi, Dr. Tri Adhianto, menyatakan bahwa pembatalan izin terkait dengan aturan PSSI menjelang pertandingan sepak bola.

“Pada dasarnya, Pemkot Bekasi sudah memberikan izin, dan saya telah menandatanganinya,” ungkapnya melalui siaran pers Humas Pemkot Bekasi.

“Namun, ternyata ada statuta PSSI yang menyebutkan bahwa stadion harus steril dari segala aktivitas selama 48 jam sebelum pertandingan. Sehingga, medcom pengawas pertandingan PSM vs. Bhayangkara tidak memberikan izin. Saya juga memohon maaf kepada panitia yang telah mempersiapkan acara tersebut,” lanjut Tri Adhianto.

Selain itu, Kadispora Kota Bekasi, Zarkasih, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan lokasi alternatif untuk kegiatan senam nusantara PKS Kota Bekasi di lapangan Multiguna Bekasi Timur sesuai permintaan dari panitia.

Pembatalan Penggunaan Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi: PKS Bertekad Menegakkan Martabat dan Mendorong Keadilan

Dalam kesimpulannya, pembatalan penggunaan Stadion Patriot Candrabhaga untuk acara senam bersama Anies Baswedan oleh Pemerintah Kota Bekasi telah menyulut ketegangan antara PKS dan pihak yang terlibat.

Heri Koswara, Ketua DPD PKS Kota Bekasi, menegaskan bahwa partainya akan membawa kasus ini ke ranah hukum sebagai upaya untuk menegakkan martabat PKS dan menuntut solusi atas pembatalan yang dianggap merugikan tersebut.

Sementara itu, Plt. Wali Kota Bekasi, Dr. Tri Adhianto, memohon maaf atas pembatalan izin terkait aturan PSSI dan menawarkan alternatif lokasi untuk kegiatan senam nusantara PKS di lapangan Multiguna Bekasi Timur.

Peristiwa ini mencerminkan dinamika politik dan pentingnya menghormati persiapan acara yang telah dilakukan oleh pihak terkait. Sebagai pemenang Pemilu di Kota Bekasi, PKS menegaskan keberlanjutan upaya mereka dalam mendorong kemajuan dan keadilan melalui acara-acara partisipatif.