
Bekasi, Memo.co.id
Kawanan alap alap motor beraksi di kompleks perumahan di bekasi. Meraka memperdayai korban pemilik sepeda motor yang sedang sholat dzuhur berjamaah di masjid Perumahan Bumi Satria Kencana, Kayuringinjaya Bekasi Selatan. Modusnya, mereka pura pura akan sholat dzuhur berjamaar dengan mengenakan pakaian lengkap berpeci necis.
Hanya saja, aksi mereka terekam dalam kamera CCTV. Dari tayangan CCTV itu terlihat, pelaku masuk ke dalam areal masjid membawa tas selempang. Tas berisi kunci T dan senjata api yang diduga untuk menakut-nakuti atau bahkan bis ajuga ditembakkan bila ada yang menghalanginya.
Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap
Pelaku berjumlah dua orang. Mereka menggasak sepeda motor Honda Vario 125 cc milik warga yang tengah sholat Dzuhur berjamaah di masjid. Dalam video berdurasi 48 detik itu, seorang pelaku yang tengah mengeksekusi motor korban mengenakan kaos abu-abu. Lengkap dengan peci.
Ada lima sepeda motor, namun pelaku memilih sepeda motor Vario. Caranya mendekati lalu mengambil kunci leter T dari tasnya dan membuka paksa selama 5 detik, saat situasi sepi, dia lalu duduk di atas motor sambil mengamati sekeliling lokasi. Sementara rekan lainnya, telah menunggu di ujung gang menggunakan satu unit motor tanpa pelat nomor kendaraan.
Baca Juga: DPR Desak BPOM Razia Kurma Berpengawet Selama Bulan Ramadhan
Bila dilihat durasinya, tersangka beraksi selama 40 detik untuk menggasak sepeda motor. Saat mesin motor hidup, pelaku langsung bergegas melarikan diri.
Heru Waskito, warga setempat, mengatakan pencurian terjadi sekitar pukul 12.00. “Kemungkinan pelaku sudah mengamati situasi, sehingga saat jamaah sedang solat mereka baru beraksi,” kata Heru. Heru juga mengatakan motor yang dicuri milik Agus. Lelaki 32 tahun itu terkejut saat mengetahui sepeda motornya raib. Dibantu pengurus masjid, mereka kemudian memutar rekaman kamera CCTV masjid untuk mengetahui pelakunya.
Kepala Unit Reskrim Polsek Bekasi Selatan Iptu Purwanto mengaku sudah mendengar aksi pencurian itu. Namun sampai Rabu (13/9) petang, korban belum melapor, “Sudah melihat rekaman kamera CCTV itu yang dikirim dari warga. Sejauh ini, tersangka berjumlah dua orang,” kata Purwanto. ( ed )












