Example floating
Example floating
Jatim

Ajudan Istri Wabup Blitar Dimutasi, Wakil Bupati Tak Terima dan Ancam Mengundurkandiri

A. Daroini
×

Ajudan Istri Wabup Blitar Dimutasi, Wakil Bupati Tak Terima dan Ancam Mengundurkandiri

Sebarkan artikel ini
Ajudan Istri Wabup Blitar Dimutasi, Wakil Bupati Tak Terima dan Ancam Mengundurkandiri

MEMO | Ajudan Istri Wabup Blitar Dimutasi, Wakil Bupati Tak Terima dan Ancam Mengundurkandiri
Hubungan renggang, pasangan Bupati Blitar dan Wakil Bupati Blitar, terlihat mencolok dan jadi konsumsi publik, setelah ajudan istri Wabup Rahmad Santoso, dimutasi bersama 640 Asn di lingkup Pemkab Blitar. Mutasi dipimpin langsung Bupati Blitar Rini Syarifah.

Sebagaimana dikutip dari Beritajatim, Bupati Blitar Rini Syarifah memutasi 640 aparatur sipil negara di lingkup Pemerintahan Kabupaten Blitar. Salah satu ASN yang dimutasi adalah ajudan istri Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso, Venina Pusvitasari Santoso.

Baca Juga: Pastikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026, Direktur Operasi KAI Lakukan Inspeksi Lintas di Wilayah Daop 7 Madiun

Ajudan Istri Wabup Blitar tersebut bernama Riana. Pemindahan itu pun membuat Rahmat maupun sang istri kaget dan kecewa.

Bahkan Rahmat mengancam mengundurkan diri jika Riana tidak dikembalikan ke posisi semula sebagai ajudan Istrinya.

Baca Juga: Pastikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026, Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Inspeksi Keselamatan dan Pelayanan di Wilayah Daop 7 Madiun

“Kalau sampai nggak balik hari ini aku mundur. Buat saya nggak ada perlunya (mutasi). Kalau nggak balik hari ini, saya akan langsung mengundurkan diri,” kata Rahmat melalui sambungan telepon, Selasa (3/1/2022).

Kecewa, Rahmat menilai apa yang dilakukan Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Blitar di luar batas. Sebab dalam pemindahan Riana yang merupakan ajudan Venina, Rahmat mengaku tidak mendapat pemberitahuan sebelumnya.

Baca Juga: Fokus Infrastruktur Menteri PU Dody Hanggodo Berbicara Sejumlah Proyek Strategis di Jatim Pastikan Target Selesai Tepat Waktu dan Berkualitas

Rahmat merasa tindakan tersebut tidak menghargai dirinya sebagai Wabup Blitar.

“Saya tidak pernah ikut campur soal yang lain-lain tapi BKD sudah di luar batas. Riana itu ikut aku, kemudian tanpa pemberitahuan dipindah. Saya Wakil Bupati lho, masak saya kalah sama Fikri sama Biyan,” ungkapnya.

Rahmat pun menegaskan dia tidak pernah kecewa terkait kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar. Tetapi dalam kebijakan mutasi ini, dia kecewa karena tidak pernah diberitahu.