Example floating
Example floating
DaerahJatim

Momen Haru Setahun Dilantik Ini Doa Harapan Ojol Tuna Rungu Dan Tuna Daksa Ke Khofifah Emil Agar Terus Memperjuangkan Hak Disabilitas

Avatar
×

Momen Haru Setahun Dilantik Ini Doa Harapan Ojol Tuna Rungu Dan Tuna Daksa Ke Khofifah Emil Agar Terus Memperjuangkan Hak Disabilitas

Sebarkan artikel ini

Memo.co.id –  Satu tahun perjalanan kepemimpinan di Jawa Timur menyisakan banyak cerita tentang keberpihakan terhadap rakyat kecil yang seringkali terlupakan di tengah deru pembangunan. Dalam sebuah pertemuan penuh kehangatan, terungkap bahwa sejak setahun dilantik ini doa harapan ojol tuna rungu dan tuna daksa ke Khofifah Emil terus mengalir sebagai bentuk apresiasi sekaligus pengingat akan janji politik yang inklusif. Para pejuang aspal dengan keterbatasan fisik ini merasa bahwa di bawah nakhoda Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak, suara mereka kini lebih didengar daripada periode-periode sebelumnya. Harapan besar digantungkan agar kebijakan yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi disabilitas tidak berhenti pada seremoni belaka, melainkan menjadi sistem yang berkelanjutan. Di tengah tantangan ekonomi digital yang semakin ketat, kelompok tuna rungu dan tuna daksa ini berharap pemerintah provinsi terus hadir sebagai pelindung dan penyedia solusi nyata. Semangat mereka menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkontribusi bagi daerah, asalkan ada dukungan regulasi yang tepat di tahun 2026 ini.

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Khofifah-Emil bagi Kelompok Difabel

 Membangun Jawa Timur yang adil berarti memastikan tidak ada satu pun warganya yang tertinggal dalam gerbong pembangunan, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan fisik. Saat memperingati momen setahun dilantik ini doa harapan ojol tuna rungu dan tuna daksa ke Khofifah Emil terucap dengan penuh emosional, menyoroti berbagai perubahan positif yang telah dirasakan. Salah satu yang paling disyukuri adalah kemudahan dalam pengurusan izin usaha serta adanya bantuan asistensi bagi pengemudi ojol disabilitas yang menggunakan motor modifikasi.

Baca Juga: Hormati Hukum Gubernur Khofifah Penuhi Panggilan Jaksa KPK Sebagai Saksi di PN Tipikor Surabaya Terkait Kasus Dugaan Korupsi Jatim

Para driver ojol tuna rungu berharap agar kedepannya pemerintah dapat memfasilitasi lebih banyak pelatihan literasi digital dan komunikasi agar mereka bisa bersaing lebih baik di ekosistem transportasi online. Sementara itu, rekan-rekan tuna daksa sangat mendambakan adanya infrastruktur jalan dan parkir yang lebih ramah bagi kendaraan khusus difabel di berbagai pusat keramaian. Khofifah-Emil diharapkan tetap menjadi “orang tua” yang mengayomi, memastikan bahwa kuota kerja bagi penyandang disabilitas di sektor swasta maupun publik benar-benar terpenuhi sesuai amanat undang-undang.

Gubernur Khofifah dalam berbagai kesempatan selalu menekankan bahwa Jawa Timur harus menjadi provinsi yang paling inklusif di Indonesia. Respons terhadap doa para ojol ini diwujudkan melalui penguatan program Jatim Puspa dan pemberian perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja sektor informal disabilitas. Dengan adanya jaminan ini, para driver merasa lebih tenang saat harus bekerja di jalanan yang penuh risiko. Sinergi antara pemerintah provinsi dan komunitas ojol disabilitas ini diharapkan dapat terus terjaga demi mewujudkan kesejahteraan yang merata.

Baca Juga: Fokus Infrastruktur Menteri PU Dody Hanggodo Berbicara Sejumlah Proyek Strategis di Jatim Pastikan Target Selesai Tepat Waktu dan Berkualitas

Ke depan, para pengemudi ojol ini juga menitipkan doa agar kesehatan dan keberkahan selalu menyertai pasangan pimpinan Jatim tersebut. Mereka percaya bahwa pemimpin yang mencintai rakyat kecil akan selalu mendapatkan jalan keluar atas setiap permasalahan daerah. “Kami hanya ingin dianggap setara, diberikan kesempatan untuk mandiri secara ekonomi. Doa kami, semoga Ibu Khofifah dan Pak Emil terus konsisten membela hak kami,” ujar salah satu koordinator ojol disabilitas dengan bahasa isyarat yang penuh makna.

Wujud Syukur: Setahun Dilantik Ini Doa Harapan Ojol Tuna Rungu Dan Tuna Daksa Ke Khofifah Emil

Kepercayaan publik adalah modal sosial yang sangat mahal dalam politik. Fakta bahwa setahun dilantik ini doa harapan ojol tuna rungu dan tuna daksa ke Khofifah Emil tetap positif menunjukkan keberhasilan komunikasi pemerintah dengan rakyatnya. Bagi para ojol disabilitas, pemimpin yang mau turun langsung dan bersalaman dengan mereka adalah simbol kemanusiaan yang lebih berharga daripada angka-angka statistik pertumbuhan ekonomi semata di tahun 2026.

Baca Juga: Lumbung Talenta Digital Jatim 100 Persen Siap Cetak Generasi Unggul Masa Depan Indonesia

 Kisah di mana setahun dilantik ini doa harapan ojol tuna rungu dan tuna daksa ke Khofifah Emil adalah cerminan dari kerinduan rakyat akan pemimpin yang peka nurani. Ketika doa para kaum marginal menyertai sebuah kepemimpinan, maka ada harapan besar bagi masa depan Jawa Timur yang lebih manusiawi. Mari kita bersama-sama mendukung terciptanya lingkungan yang inklusif bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas. Semoga setiap tetes keringat para ojol ini menjadi berkah, dan setiap kebijakan pemerintah menjadi solusi nyata bagi mereka.

FAQ

Harapan utamanya adalah kemudahan akses modal usaha, perbaikan fasilitas publik yang inklusif, dan perlindungan hukum bagi pekerja difabel.

Melalui bantuan jaminan sosial, pelatihan keterampilan, dan pemberian bantuan alat bantu atau modifikasi kendaraan secara berkala.

Ya, pemerintah mendorong aplikasi transportasi online untuk lebih ramah disabilitas dan menyediakan stiker khusus sebagai penanda komunikasi bagi penumpang.

Melalui komunitas resmi difabel yang sering diajak berdialog dalam program "Sapa Rakyat" oleh jajaran Pemprov Jatim.