Example floating
Example floating
Jatim

Tragis Dua Bocah Terperosok ke Kubangan Sungai di Sampang Satu Anak Meninggal Dunia

A. Daroini
×

Tragis Dua Bocah Terperosok ke Kubangan Sungai di Sampang Satu Anak Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini
Tragis Dua Bocah Terperosok ke Kubangan Sungai di Sampang Satu Anak Meninggal Dunia
  • Dua balita di Desa Bringin Nonggal tenggelam saat bermain di area kubangan sungai tanpa pendampingan.
  • Satu korban berinisial LI (4) dinyatakan meninggal dunia, sementara rekannya AA (2) berhasil diselamatkan.
  • Pihak keluarga sepakat menerima kejadian ini sebagai musibah murni dan menolak prosedur autopsi.

Sebuah insiden memilukan mengguncang warga Kabupaten Sampang, Jawa Timur, ketika dua bocah berusia di bawah lima tahun ditemukan tenggelam di area aliran sungai yang mengering dan menyisakan kubangan air dalam.

Kronologi Balita Tenggelam di Sampang Saat Bermain Tanpa Pengawasan

Peristiwa tragis menimpa dua bocah laki-laki di Dusun Cangginih, Desa Bringin Nonggal, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang. Pada Minggu sore (15/2/2026), keceriaan bermain berubah menjadi duka setelah keduanya terperosok ke dalam kubangan sungai.

Baca Juga: Lokasi Dapur Program Makan Bergizi Gratis di Ponorogo Dekat Burung Walet, Dinilai Tidak Layak

Satu anak berinisial LI (4) dilaporkan mengembuskan napas terakhirnya, sementara korban lainnya, AA (2), kini tengah berjuang dalam masa pemulihan di rumah sakit setelah sempat kritis.

Insiden ini bermula saat kedua balita tersebut bermain di sekitar sungai yang lokasinya tak jauh dari pemukiman warga. Minimnya pengawasan orang dewasa diduga menjadi pemicu utama kedua anak tersebut tidak menyadari bahaya kedalaman air di kubangan tersebut.

Baca Juga: Gaya Klasik Wali Kota Kediri Luncurkan VW Safari City Tour Promosikan Potensi Wisata dan Ekonomi Lokal Untuk Tarik Turis Domestik

Keberadaan mereka baru diketahui sekitar pukul 16.00 WIB oleh seorang warga setempat yang kebetulan hendak menuju sungai untuk mandi.

Saksi mata yang terkejut melihat tubuh kedua balita sudah dalam kondisi tenggelam langsung berteriak histeris meminta pertolongan.

Baca Juga: Cari Keadilan 4 Korban Petugas SPBU Parengan Datangi Polres Tuban Tolak Damai Dengan Pelaku ASN Penganiayaan Secara Tegas

Warga desa yang mendengar teriakan tersebut berbondong-bondong menuju lokasi untuk melakukan evakuasi darurat. Meski proses penyelamatan dilakukan dengan cepat, kondisi LI sudah sangat lemah saat diangkat dari permukaan air.

Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, mengonfirmasi bahwa kedua korban segera dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis pertama. Namun, takdir berkata lain bagi LI. Bocah berusia empat tahun tersebut dinyatakan meninggal dunia oleh tenaga medis tak lama setelah tiba di fasilitas kesehatan.

Sementara itu, AA yang berusia dua tahun menunjukkan tanda-tanda vital yang lebih stabil meskipun sempat dalam kondisi darurat. Guna mendapatkan perawatan intensif, pihak keluarga dan petugas medis memutuskan untuk merujuk AA ke RSUD Moh Zyn Sampang.

Berdasarkan update terbaru, kondisi AA kini telah sadar dan berada dalam penanganan tim dokter spesialis anak untuk memulihkan trauma fisik yang dialaminya.

Polisi yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) menduga kuat bahwa kedua balita tersebut tergelincir saat bermain di tepi kubangan. Karena usia yang masih sangat kecil, mereka tidak memiliki kemampuan untuk menyelamatkan diri dari kedalaman air.

Meski demikian, pihak kepolisian memastikan tidak ada unsur pidana dalam kejadian ini setelah melakukan koordinasi dengan pihak keluarga korban.

Keluarga korban sendiri memilih untuk tidak memperpanjang kasus ini ke jalur hukum. Mereka menyatakan telah mengikhlaskan kepergian LI dan menganggap peristiwa ini sebagai ujian yang tidak terduga. Sebuah surat pernyataan penolakan autopsi juga telah ditandatangani oleh orang tua korban di hadapan petugas.

Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi seluruh orang tua, terutama yang tinggal di dekat aliran sungai atau area terbuka lainnya, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan. Pengawasan ketat terhadap anak-anak saat bermain di luar rumah menjadi kunci utama untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di masa mendatang.