-
Kementerian Keuangan menjalin kolaborasi strategis dengan TNI dan Polri untuk memperkuat penegakan hukum di sektor perpajakan.
-
Operasi gabungan ini difokuskan untuk memberantas jaringan rokok ilegal dan wajib pajak nakal yang memiliki bekingan kuat.
Baca Juga: 1 Langkah Strategis Menkeu Purbaya Rombak Pejabat Bea Cukai dan DJP
-
Langkah ini diambil guna memastikan optimalisasi pendapatan negara serta menghilangkan hambatan intervensi dari pihak luar.
Sinergi Strategis Menkeu Purbaya Gandeng TNI Polri Sikat Mafia
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan kini tidak lagi bermain sendiri dalam menghadapi kebocoran pendapatan negara.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Ganti Pejabat Bea Cukai di Lima Pelabuhan Utama Indonesia
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa secara resmi mengumumkan langkah kolaboratif dengan menggandeng Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Strategi “jemput bola” ini dirancang khusus untuk membongkar jaringan distribusi rokok tanpa cukai serta mengejar para pengemplang pajak yang selama ini sulit disentuh karena diduga mendapat perlindungan dari oknum tertentu.
Baca Juga: Seluruh BUMN Bakal Berkumpul di Bawah Payung Danantara
Menghadapi tantangan fiskal yang semakin kompleks di awal tahun 2026, bendahara negara mengambil langkah luar biasa dalam sejarah pengawasan keuangan.
Keputusan untuk melibatkan aparat penegak hukum (APH) ini muncul setelah adanya temuan bahwa banyak operasi pemeriksaan pajak di lapangan yang sering kali terbentur oleh intimidasi atau intervensi pihak luar yang menjadi “pelindung” para pelanggar aturan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa kerja sama ini merupakan hasil kesepakatan krusial dengan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Djamari Chaniago.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Jakarta, keduanya sepakat bahwa integritas sistem keuangan negara tidak boleh kalah oleh jaringan mafia.
“Kami memperkuat enforcement pemeriksaan pajak dan penggerebekan di lapangan. Selama ini, staf saya sering melaporkan adanya bekingan di lapangan, dan dengan keterlibatan TNI-Polri, kita ingin memastikan para pendukung ilegalitas tersebut mundur,” tegas Purbaya di hadapan awak media.
Fokus utama dari operasi gabungan yang akan dimulai efektif dalam satu bulan ke depan ini adalah pemberantasan rokok ilegal.
Peredaran rokok tanpa pita cukai atau dengan pita cukai palsu telah menjadi benalu bagi kas negara, dengan kerugian mencapai triliunan rupiah setiap tahunnya. Selain merugikan pendapatan negara, peredaran produk ilegal ini juga menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat bagi para pelaku industri hasil tembakau yang patuh pada aturan.












