NGANJUK, MEMO – Mobil siaga desa adalah fasiltas umum yang disediakan untuk membantu mobilitas warga terutama dalam situasi darurat kesehatan.
Artinya sarana bantuan dari pemerintah tersebut memang digunakan untuk kepentingan warganya ketika sakit dan butuh pertolongan cepat untuk mengantar dan menjemput ke fasilitas kesehatan seperti rumah sakit atau puskesmas.
Namun faktanya, tidak semua desa bisa memberi kelonggaran atau mempermudah kepada warganya sendiri untuk bisa memanfaatkan mobil siaga desa tersebut sebagai sarana keperluan berobat.Hal itu seperti terjadi di Desa Tanjung Kecamatan Kertosono.
Munculnya kabar buruk tersebut berasal dari unggahan sebuah vidio berdurasi tidak kurang dari satu menit dari akun bernama tantiaktifis.
Vidio berisi kritikan dan sindiran pedas tersebut dilontarkan langsung oleh seorang wanita berkacamata memakai jilbab putih saat berada dalam mobil siaga desa bersama keluarga pasien menuju Rumah Sakit dr. Soetomo Surabaya.
” Lapor ndan, hari ini saya mengantar pasien ke rumah sakit dr.Soetomo Surabaya. Hari ini beda karena menggunakan mobil siaga desa Tanjung yang sangat ribet. Ijin ke lurah dilempar ke pamong, pamong lempar lagi ke carik munyer ae. Mobil siaga gonmu opo Yo ngene ki,” sekilas ucapan dalam vidio tersebut.
Baca Juga: Kouta SPPG Penuh, Dua SDN Dan PAUD Di Lambangkuning Belum Terima Menu MBG












