Memo.co.id, SURABAYA – Lumbung Talenta Digital Jatim kini bukan sekadar cita-cita, melainkan realitas yang tengah dibangun dengan fondasi yang sangat kokoh. Khofifah Indar Parawansa menegaskan optimisme tingginya bahwa Provinsi Jawa Timur memiliki segala prasyarat untuk menjadi kiblat inovasi teknologi di Indonesia. Dengan memanfaatkan bonus demografi dan tingginya minat generasi muda terhadap industri kreatif, Jawa Timur secara konsisten menyatukan visi antara kebutuhan pasar kerja modern dengan kurikulum pendidikan. Langkah transformatif ini diharapkan tidak hanya mengurangi angka pengangguran, tetapi juga menjadikan provinsi di ujung timur Pulau Jawa ini sebagai penyokong utama ekonomi digital nasional di masa mendatang.
Strategi Pengembangan SDM Teknologi Jawa Timur Menuju Global
Visi Besar Jawa Timur di Sektor Teknologi Perkembangan teknologi yang begitu pesat menuntut kesiapan sumber daya manusia yang mumpuni. Dalam konteks ini, pembentukan Lumbung Talenta Digital Jatim menjadi agenda prioritas yang diusung oleh Khofifah Indar Parawansa. Visi ini berangkat dari pemahaman bahwa masa depan ekonomi dunia akan sangat bergantung pada seberapa fasih sebuah bangsa dalam mengadopsi kecerdasan buatan, data sains, dan pengembangan perangkat lunak. Jawa Timur, dengan populasi yang besar, memiliki potensi luar biasa jika dikelola dengan pelatihan yang tepat dan berkelanjutan.
Khofifah menekankan bahwa Jawa Timur harus menjadi mesin pencetak tenaga ahli yang tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pemain kunci dalam transformasi digital. Upaya ini diwujudkan melalui berbagai program pelatihan intensif yang menyasar para lulusan baru hingga pekerja yang ingin melakukan reskilling atau peningkatan keterampilan.
Sinergi Pentahelix sebagai Penggerak Utama Keberhasilan membangun ekosistem digital tidak bisa dilakukan secara parsial oleh pemerintah saja. Konsep kolaborasi “Pentahelix” yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku bisnis, komunitas, hingga media menjadi kunci sukses. Jawa Timur telah menjalin kemitraan dengan berbagai perusahaan rintisan (startup) teknologi besar, baik skala nasional maupun internasional, untuk menyelaraskan antara materi ajar di kampus dengan kebutuhan nyata di industri.
Baca Juga: Rakor MKKS SMPN Se-Kabupaten Kediri, Kadis Fokuskan Peningkatan Mutu Pendidikan dan MKKS Yang Solid
Program-program seperti magang bersertifikat dan inkubasi bisnis bagi mahasiswa merupakan bagian dari strategi besar Lumbung Talenta Digital Jatim. Dengan keterlibatan dunia usaha, kurikulum pendidikan di Jawa Timur kini lebih adaptif. Mahasiswa tidak lagi hanya belajar teori di kelas, tetapi langsung terjun memecahkan masalah nyata menggunakan solusi teknologi terbaru.
Kesiapan Infrastruktur dan Ekosistem Inovasi Selain fokus pada manusianya, Jawa Timur juga terus memperkuat infrastruktur pendukung. Pembangunan pusat-pusat inovasi seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari di Malang yang berfokus pada pengembangan digital dan film, merupakan bukti nyata bahwa wadah bagi para talenta telah tersedia. KEK ini diproyeksikan menjadi pusat gravitasi bagi kreator digital dari seluruh penjuru Indonesia.
Infrastruktur internet yang merata hingga ke pelosok desa juga menjadi perhatian. Melalui program digitalisasi desa, anak-anak muda di pedesaan kini memiliki akses yang sama terhadap informasi dan kesempatan belajar secara daring. Hal ini krusial agar sebaran talenta tidak hanya menumpuk di kota besar seperti Surabaya, namun merata di seluruh wilayah kabupaten dan kota di Jawa Timur.
Membangun Daya Saing Global dari Daerah Target akhir dari pengembangan Lumbung Talenta Digital Jatim adalah daya saing internasional. Para talenta muda Jawa Timur didorong untuk memiliki mentalitas global. Dengan kemampuan bahasa asing yang baik dan penguasaan coding atau desain grafis, mereka dapat bekerja untuk perusahaan global dari rumah saja (remote work). Ini adalah peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah tanpa harus memicu urbanisasi besar-besaran.
Khofifah percaya bahwa keberadaan talenta-talenta ini akan menarik lebih banyak investor teknologi untuk menanamkan modal di Jawa Timur. “Ketika investor melihat bahwa kita memiliki stok tenaga kerja yang mahir digital, mereka tidak akan ragu untuk membuka kantor atau pabrik teknologi di sini,” ungkapnya dalam berbagai kesempatan koordinasi pembangunan.
Untuk informasi lebih mendalam mengenai kebijakan daerah, Anda dapat mengunjungi situs resmi Pemerintah Provinsi Jawa Timur atau memantau program pengembangan SDM melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Jatim.
FAQ
Ini adalah inisiatif strategis untuk menjadikan Jawa Timur sebagai pusat pengembangan dan penyedia tenaga kerja ahli di bidang teknologi informasi secara nasional.
Program ini melibatkan kolaborasi Pentahelix antara Pemerintah Provinsi, perguruan tinggi, industri teknologi, komunitas digital, dan media.
Salah satu pusat utamanya adalah KEK Singhasari di Malang, serta berbagai technopark dan balai latihan kerja yang tersebar di wilayah Jatim.
Tujuannya adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui sektor digital, mengurangi pengangguran, dan mencetak SDM yang kompetitif di tingkat global.












