Memo.co.id, MALANG – Wajah pariwisata di Kota Malang dipastikan akan semakin menarik dan modern dalam waktu dekat. Sebanyak 200 unit Becak Listrik Malang yang merupakan hibah dari Presiden Prabowo Subianto siap dioperasikan untuk melayani wisatawan di berbagai titik strategis. Kehadiran teknologi ini bukan sekadar mengganti tenaga manusia dengan mesin, melainkan sebuah lompatan besar dalam mengintegrasikan nilai tradisi dengan keberlanjutan lingkungan. Pemerintah daerah kini tengah mematangkan skema penempatan dan regulasi agar operasional kendaraan roda tiga bertenaga baterai ini mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal.
Dukungan Becak Listrik Malang Majukan Destinasi Wisata Heritage
Transformasi Transportasi Hijau di Kota Malang Langkah besar menuju digitalisasi dan elektrifikasi transportasi publik mulai merambah sektor informal di Jawa Timur. Kota Malang terpilih menjadi salah satu penerima manfaat dari program strategis pusat melalui bantuan Becak Listrik Malang. Kendaraan ini dirancang khusus untuk mempertahankan estetika becak tradisional namun dilengkapi dengan motor listrik yang efisien. Dengan adanya teknologi ini, polusi suara dan udara di kawasan padat wisatawan dapat ditekan secara drastis.
Baca Juga: Suntikan Dana 1 Miliar Untuk Percepat Revitalisasi Pasar Legi Blitar Tahun 2026
Modernisasi ini sejalan dengan ambisi global untuk mengurangi emisi karbon. Di tengah tren eco-tourism yang kian diminati, keberadaan kendaraan listrik menjadi nilai tambah tersendiri bagi sebuah destinasi. Wisatawan kini tidak hanya mencari keindahan visual, tetapi juga kenyamanan dan keamanan transportasi yang mereka gunakan selama berkeliling kota.
Pemetaan Titik Strategis Penempatan Unit Pemerintah Kota Malang telah merancang peta distribusi untuk memaksimalkan potensi 200 unit bantuan tersebut. Fokus utama penempatan Becak Listrik Malang adalah kawasan Kayutangan Heritage, yang kini menjadi primadona pariwisata Jawa Timur. Selain itu, kampung-kampung tematik seperti Kampung Warna-Warni Jodipan dan Kampung Tridi juga masuk dalam radar operasional.
Baca Juga: Sengketa Dualisme Yayasan STM Turen Malang Picu 2 Kelompok Saling Klaim Kepemimpinan Sah
Penempatan di titik-titik wisata ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem perjalanan yang terintegrasi. Wisatawan bisa beralih dari satu spot ke spot lainnya tanpa harus kelelahan berjalan kaki atau terjebak kemacetan kendaraan bermotor besar. Jalur-jalur sempit di kawasan heritage yang sulit dijangkau mobil akan menjadi “arena bermain” utama bagi becak futuristik ini.
Dampak Sosial bagi Pengayuh Becak Lokal Satu hal yang menjadi perhatian utama adalah nasib para pengayuh becak konvensional. Program ini tidak dirancang untuk menyingkirkan mereka, melainkan untuk melakukan “upgrading”. Para pengayuh becak senior yang selama ini mengandalkan kekuatan fisik akan diberikan pelatihan untuk mengoperasikan unit listrik. Ini adalah upaya memanusiakan pekerja sektor transportasi tradisional agar mereka tetap produktif tanpa harus membebani kesehatan fisik secara berlebihan.
Baca Juga: Kerugian 30 Juta Akibat Rumah Pensiunan PNS di Blitar Dibobol Maling Saat Kosong
Secara ekonomi, biaya operasional becak listrik jauh lebih murah dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak, dan jauh lebih efisien dibandingkan tenaga manusia murni. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan harian para pengemudi, sekaligus memberikan standar tarif yang lebih transparan bagi para pelancong.
Mendukung Visi Pariwisata Berkelanjutan Integrasi antara bantuan pusat dan inovasi daerah menjadi kunci keberhasilan proyek ini. Pemkot Malang berkomitmen untuk menyediakan stasiun pengisian daya (charging station) di titik-titik tertentu. Selain itu, manajemen pengelolaan unit akan dilakukan secara profesional agar aset negara ini terjaga keawetannya.
Langkah ini juga menjadi sinyal kuat bagi investor dan pelaku industri pariwisata bahwa Malang siap menjadi kota pintar (Smart City) yang ramah lingkungan. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, Becak Listrik Malang diprediksi akan menjadi ikon baru yang memperkuat identitas kota sebagai destinasi sejarah yang progresif.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan infrastruktur kota, Anda dapat memantau laman resmi Pemerintah Kota Malang atau melihat program kementerian terkait di Sekretariat Negara.
FAQ
Saat ini unit telah tersedia dan sedang dalam tahap finalisasi regulasi serta pembagian rute oleh Pemerintah Kota Malang.
Prioritas utama diberikan kepada pengayuh becak lokal yang telah terdata dan mengikuti pelatihan operasional.
Tarif akan disesuaikan dengan regulasi daerah agar tetap terjangkau bagi wisatawan namun tetap menguntungkan bagi pengemudi.
Titik utama berada di kawasan Kayutangan Heritage, Alun-Alun Malang, dan sekitar kampung tematik.
Unit dirancang untuk pemakaian harian dengan durasi operasional yang cukup untuk berkeliling kawasan wisata sebelum perlu diisi daya kembali.












