Memo.co.id, BOJONEGORO
– Upaya menekan angka ketimpangan ekonomi di wilayah penghasil migas terus menunjukkan tren positif berkat kolaborasi lintas sektor yang kuat. Salah satu penggerak utamanya adalah Pertamina EP Cepu (PEPC) yang secara progresif menjalankan misi sosial untuk membantu PEPC entaskan kemiskinan di Bojonegoro. Melalui serangkaian program Pengembangan Masyarakat (PPM), perusahaan ini tidak hanya berfokus pada ekstrasi energi, tetapi juga memastikan bahwa keberadaan industri hulu migas memberikan dampak kesejahteraan yang nyata bagi warga lokal. Transformasi ekonomi ini dimulai dari pembenahan sektor dasar hingga pemberian modal keterampilan bagi kelompok masyarakat rentan di wilayah terdampak.
Baca Juga: KDMP Kota Kediri Masih Belum Maksimal, Banyak Pembangunan Terhambat Birokrasi
Komitmen Nyata PEPC Entaskan Kemiskinan di Bojonegoro Melalui Sinergi
Pilar Utama Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan Membangun daerah yang tangguh dari kemiskinan memerlukan pendekatan yang tidak bisa dilakukan dalam semalam. Pertamina EP Cepu (PEPC) menyadari bahwa bantuan yang bersifat konsumtif tidak akan bertahan lama. Oleh karena itu, strategi PEPC entaskan kemiskinan di Bojonegoro dirancang dengan prinsip keberlanjutan. Perusahaan memetakan potensi lokal yang ada di desa-desa sekitar proyek Jambaran-Tiung Biru (JTB) untuk kemudian diintervensi dengan program yang sesuai.
Sinergi antara PEPC dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menjadi tulang punggung dari gerakan ini. Dengan menyelaraskan program perusahaan dan rencana pembangunan daerah, target pengurangan angka kemiskinan menjadi lebih terukur dan tepat sasaran, terutama di wilayah-wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau oleh bantuan pemerintah pusat.
Revitalisasi Infrastruktur dan Akses Air Bersih Salah satu penghambat ekonomi di pedesaan adalah buruknya akses infrastruktur. PEPC turun tangan dengan membangun jalan desa dan jembatan yang menjadi jalur distribusi hasil tani warga. Tak hanya itu, ketersediaan air bersih juga menjadi fokus utama. Melalui program sanitasi dan penyediaan air bersih berbasis masyarakat, warga kini tidak lagi kesulitan mendapatkan air saat musim kemarau.
Ketersediaan air bersih secara langsung menurunkan biaya pengeluaran kesehatan keluarga dan meningkatkan produktivitas harian. Pembangunan fisik ini merupakan bagian integral dari upaya PEPC entaskan kemiskinan di Bojonegoro, karena infrastruktur yang baik adalah syarat mutlak bagi masuknya peluang ekonomi baru ke dalam desa.
Pemberdayaan UMKM: Dari Lokal ke Pasar Nasional Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mendapatkan porsi perhatian yang besar. PEPC memberikan pelatihan manajerial, bantuan peralatan, hingga sertifikasi produk bagi kelompok pengusaha perempuan dan pemuda desa. Produk-produk lokal seperti makanan olahan dan kerajinan tangan kini memiliki standar kualitas yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Dengan meningkatnya pendapatan dari sektor UMKM, daya beli masyarakat pun ikut terdongkrak. Inisiatif PEPC entaskan kemiskinan di Bojonegoro melalui jalur ekonomi kreatif ini terbukti efektif menciptakan lapangan kerja mandiri, sehingga ketergantungan warga terhadap sektor industri migas secara langsung dapat berkurang secara perlahan.
Kesehatan Masyarakat sebagai Fondasi Kesejahteraan Kemiskinan seringkali berakar dari kondisi kesehatan yang buruk yang menyebabkan hilangnya waktu kerja. PEPC merespons hal ini dengan memperkuat layanan posyandu dan memberikan beasiswa pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Fokus pada kesehatan ibu dan anak menjadi prioritas agar generasi masa depan Bojonegoro lahir dalam kondisi prima untuk memutus rantai kemiskinan.
Pemberian makanan tambahan dan edukasi gizi secara rutin dilakukan di desa-desa mitra. Semua langkah ini dilakukan demi satu tujuan besar, yaitu memastikan bahwa kemajuan industri migas di Jawa Timur berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas hidup manusia di sekelilingnya.
Dampak Positif Strategi PEPC Entaskan Kemiskinan di Bojonegoro
Kontribusi yang dilakukan oleh Pertamina EP Cepu merupakan bukti bahwa industri hulu migas dapat berperan sebagai katalisator perubahan sosial. Gerakan PEPC entaskan kemiskinan di Bojonegoro diharapkan tidak hanya berhenti pada angka-angka statistik, tetapi benar-benar dirasakan sebagai perubahan nasib bagi ribuan kepala keluarga. Dengan komitmen yang terus terjaga, Bojonegoro memiliki peluang besar untuk bertransformasi dari wilayah yang rawan kemiskinan menjadi daerah dengan kemandirian ekonomi yang solid, menjadi contoh bagi wilayah operasi migas lainnya di seluruh Indonesia.
FAQ
Fokus utamanya meliputi pembangunan infrastruktur desa, penyediaan air bersih, pemberdayaan ekonomi UMKM, serta peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
PEPC memberikan pelatihan keterampilan, bantuan modal peralatan, pendampingan legalitas usaha, hingga akses ke pemasaran yang lebih luas.
Karena infrastruktur yang baik memudahkan akses warga menuju pasar, sekolah, dan fasilitas kesehatan, sehingga memutar roda ekonomi desa lebih cepat.
Ya, semua program Pengembangan Masyarakat (PPM) PEPC disinergikan dengan program Pemerintah Kabupaten Bojonegoro agar lebih efektif dan berkelanjutan.












