- Hujan dengan intensitas tinggi memicu banjir parah hingga mencapai ketinggian 1,5 meter di beberapa titik di Kota Serang.
- Kecamatan Kasemen menjadi wilayah yang terdampak paling signifikan sehingga memaksa warga untuk segera melakukan evakuasi mandiri.
- Petugas gabungan BPBD terus bersiaga menggunakan perahu karet untuk menyisir lokasi dan menjamin keselamatan seluruh penduduk terdampak.
Dampak Cuaca Ekstrem Menyebabkan Evakuasi Massal di Banten
Situasi darurat melanda sejumlah kawasan di Kota Serang, Banten, menyusul terjangan banjir yang dipicu oleh curah hujan ekstrem dalam beberapa hari terakhir.
Pada Jumat (2/1/2026), debit air dilaporkan meningkat drastis hingga menenggelamkan permukiman warga dengan ketinggian puncaknya mencapai 1,5 meter.
Kondisi ini membuat aktivitas warga lumpuh total dan memaksa pihak berwenang untuk mengeluarkan instruksi evakuasi demi menghindari jatuhnya korban jiwa.
Memasuki awal tahun 2026, cuaca buruk tampaknya masih menjadi ancaman serius bagi wilayah pesisir dan dataran rendah di Banten. Di Kecamatan Kasemen, yang merupakan salah satu titik terparah, luapan air masuk ke dalam rumah-rumah penduduk dengan sangat cepat.
Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum
Tim reaksi cepat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah dikerahkan ke lokasi untuk membantu proses pemindahan warga, terutama kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil.
Berdasarkan pantauan di lapangan, arus air yang cukup kuat di beberapa lorong permukiman menyulitkan mobilitas warga jika hanya mengandalkan evakuasi darat.
Oleh karena itu, armada perahu karet menjadi tumpuan utama petugas untuk menjangkau titik-titik terdalam yang terisolasi. Selain faktor cuaca, luapan sungai yang melintasi kawasan tersebut juga diduga menjadi penyebab utama air cepat naik dan sulit surut dalam waktu singkat.
Hingga saat ini, titik pengungsian mulai dipadati oleh warga yang membawa barang seadanya. Petugas di lapangan terus memberikan peringatan agar masyarakat tidak memaksakan diri bertahan di dalam rumah jika ketinggian air terus merangkak naik.
Selain masalah keselamatan fisik, ancaman korsleting listrik juga menjadi perhatian utama. Petugas PLN bersama otoritas setempat berkoordinasi untuk memutus sementara aliran listrik di wilayah yang terendam guna mencegah terjadinya insiden tersengat arus listrik di tengah genangan.
Kebutuhan akan logistik, seperti air bersih, makanan siap saji, dan selimut, menjadi prioritas yang tengah diupayakan oleh pemerintah kota. Di sisi lain, monitoring terhadap prakiraan cuaca dari BMKG terus dilakukan secara berkala. Jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi dalam waktu dekat, dikhawatirkan cakupan wilayah yang terendam banjir akan semakin meluas ke kecamatan lain di sekitar Serang.
Pemerintah Kota Serang menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan seluruh warga berada di lokasi yang aman. Koordinasi lintas sektor terus diperkuat untuk memantau perkembangan debit air di pintu-pintu air strategis.
Masyarakat pun diminta untuk tetap tenang namun tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat malam hari jika curah hujan kembali meningkat secara mendadak.
FAQ
Kecamatan Kasemen dilaporkan menjadi wilayah yang paling terdampak dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter di beberapa titik.
Banjir dipicu oleh intensitas hujan yang sangat tinggi serta luapan air sungai yang tidak mampu menampung debit air kiriman dan lokal.
Tim BPBD menggunakan perahu karet untuk menyisir pemukiman dan memindahkan warga ke lokasi pengungsian yang telah disediakan.
Warga diimbau segera mengungsi jika air terus naik, mematikan aliran listrik, dan mengamankan dokumen serta barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.
Hingga laporan terbaru diturunkan, fokus utama petugas adalah evakuasi dan belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa.












