Example floating
Example floating
Birokrasi

Menko AHY Sebut Utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung Jadi PR, Jakarta-Surabaya Masih Dirahasiakan

A. Daroini
×

Menko AHY Sebut Utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung Jadi PR, Jakarta-Surabaya Masih Dirahasiakan

Sebarkan artikel ini
Utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung Jadi PR, Jakarta-Surabaya Masih Dirahasiakan

Jakarta, Memo
– Satu tahun pertama Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden telah menjadi fokus evaluasi menyeluruh. Berbagai kementerian dan lembaga di tingkat pusat berkumpul untuk menilai progres dan mengidentifikasi area yang harus diperbaiki.

Intinya, pemerintah berkomitmen penuh untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus mendistribusikan kesejahteraan secara lebih merata.

Baca Juga: Reses M Hadi DPRD Jatim Asal Golkar Temukan Keluhan Warga Atas Kurang Singkronnya Kebijakan Walkot Kediri dengan Kadis

AHY Bahas Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCIC Wush)

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, dalam keterangannya kepada media, menyoroti pentingnya infrastruktur sebagai kunci pendukung semua agenda prioritas nasional—mulai dari swasembada pangan, energi, hingga peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui sektor pendidikan dan kesehatan.

“Infrastruktur ini harus bisa memberikan dukungan kepada sejumlah agenda prioritas. Bicara swasembada pangan butuh dukungan infrastruktur, butuh bendungan, irigasi yang juga baik. Swasembada energi juga begitu, swasembada air apalagi,” jelasnya, menekankan bahwa infrastruktur adalah elemen penting untuk mencapai cita-cita yang diharapkan Presiden.

Baca Juga: Sengketa Proyek Alun-alun Masuk Babak Baru, Selisih Pembayaran Rp 9 M Lebih  Ditolak Kontraktor, begini pernyataan Kadis PUPR Kota Kediri

Konektivitas dan Misteri Kereta Cepat Jakarta-Surabaya

Ketika disinggung mengenai kelanjutan proyek ambisius Kereta Cepat Jakarta-Surabaya, Menteri Koordinator masih menutup rapat informasi spesifik. Ia menyatakan bahwa topik tersebut “belum dibahas secara khusus” dalam rapat evaluasi tersebut.

Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus mengawal isu konektivitas dengan mengoptimalkan peran kereta api secara nasional. Fokusnya tidak hanya pada kereta cepat untuk mobilitas manusia, barang, dan jasa, tetapi juga pada optimalisasi fungsi kereta api untuk logistik dan reaktivasi jalur-jalur kereta lama yang sempat tidak terpakai.

Baca Juga: Kasus TPA Pojok Kediri Masuk Persidangan, Hakim : Silakan Penuhi Persyaratan Sebelum Gugatan Saudara Dinyatakan Sah

“Kita tidak hanya bicara kereta cepat, termasuk tentunya penting ketika kita menghadirkan konsep perluasan kereta cepat hingga Surabaya untuk mengurangi waktu mobilitas,” katanya.

PR Besar: Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Wush

Di balik optimisme pengembangan konektivitas, pemerintah harus menghadapi tantangan besar yang tersisa dari proyek sebelumnya: restrukturisasi utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCIC Wush).

Menteri Koordinator mengakui bahwa masalah anggaran dan utang KCIC Wush menjadi perhatian serius. Koordinasi intensif terus dilakukan dengan berbagai pihak terkait, termasuk Danareksa, Kementerian Perhubungan, dan KAI.