MEMO – Dalam sebuah operasi yang penuh tantangan, Tim INASAR, bekerja sama erat dengan Fire Brigades Myanmar, berhasil melakukan asesmen di lokasi gedung perumahan pegawai negeri sipil yang hancur akibat gempa. Wilayah Thukha Theiddhi Ward, yang menjadi fokus pencarian, diduga kuat masih menyimpan korban jiwa.
Stefanus Harrendra, Komandan regu tim Alpha INASAR, menyampaikan kabar duka bahwa 3 korban gempa Myanmar telah ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di salah satu gedung. Tim Alpha, yang diterjunkan ke lokasi, memulai pencarian dengan metode hailing, yaitu memanggil korban, yang kemudian dilanjutkan dengan penggunaan anjing pelacak K9.
“Di lokasi tersebut, kami menemukan 2 titik yang mengindikasikan keberadaan korban. Namun, sayangnya, dapat dipastikan bahwa korban telah meninggal dunia karena tidak ada respons dan tercium bau yang menyengat,” jelas Stefanus pada Kamis (3/4/2025).
Lebih lanjut, Stefanus menjelaskan bahwa dari 2 titik tersebut, tim memutuskan untuk membuat akses guna memastikan keberadaan korban. Mereka menggunakan alat search cam untuk melihat ke dalam reruntuhan.
Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum
“Tim Alpha berhasil mengidentifikasi posisi korban yang tidak jauh dari akses tersebut. Oleh karena itu, kami memperbesar akses untuk menjangkau korban dengan teknik cutting, breaking, dan breaching,” ungkapnya.
Diketahui bahwa gedung di wilayah pemukiman tersebut mengalami kerusakan parah dengan tipe reruntuhan pancake. Tim menggunakan Warning Alarm for Stability Protection (WASP), sebuah alat pendeteksi getaran gedung, untuk memastikan kondisi aman sebelum memasuki area reruntuhan.
Dengan tingkat kesulitan dan kondisi yang beragam, Tim Alpha menghadapi tantangan besar dalam mengevakuasi korban ketiga. Hal ini disebabkan oleh posisi korban yang duduk dan tertimpa tiang penyangga bangunan atau kolom.












