MEMO – Menjelang bulan Ramadan, Eko Purwanto, Ketua Asosiasi Perberasan Banyumas, memastikan harga beras tetap stabil berkat adanya musim panen raya yang cukup melimpah. Hal ini diungkapkan Eko dalam wawancara, Selasa (25/2/2025), yang menegaskan bahwa pasokan beras aman, meskipun ada lonjakan permintaan menjelang Ramadan.
Menurut Eko, panen tahun ini berjalan dengan lancar tanpa ada gangguan dari hama atau faktor lainnya. Ia pun memperkirakan bahwa harga beras tidak akan mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa bulan mendatang, berkat hasil panen raya yang diprediksi akan berlangsung pada bulan Maret dan April.
“Dengan stok yang melimpah dari hasil panen, harga beras tetap bisa terkendali,” ujarnya.
Eko juga menambahkan bahwa peran pemerintah, melalui Bulog, sangat penting untuk menjaga kestabilan harga. Ia berharap Bulog bisa terus menyerap hasil panen petani dengan membeli gabah petani seharga Rp6.500 per kilogram, agar pasokan beras tetap terjaga.
Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap
Cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini, menurut Eko, tidak berpengaruh terhadap hasil panen. Tanaman beras sudah cukup kuat dan siap untuk dipanen.
Lebih lanjut, Eko menyoroti masalah lain terkait kesiapan tenaga panen saat Lebaran. Banyak petani yang kesulitan mencari tenaga kerja untuk memanen saat hari raya, dan hal ini bisa memengaruhi kelancaran panen.
Baca Juga: DPR Desak BPOM Razia Kurma Berpengawet Selama Bulan Ramadhan












