Example floating
Example floating
Home

Pembahasan Program Makan Siang Prabowo-Gibran Dikritik Tim Pemenangan AMIN

Alfi Fida
×

Pembahasan Program Makan Siang Prabowo-Gibran Dikritik Tim Pemenangan AMIN

Sebarkan artikel ini
Pembahasan Program Makan Siang Prabowo-Gibran Dikritik Tim Pemenangan AMIN
Pembahasan Program Makan Siang Prabowo-Gibran Dikritik Tim Pemenangan AMIN

MEMO

Tim Pemenangan Nasional Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) menyoroti pembahasan kontroversial program makan siang gratis Prabowo-Gibran dalam rapat kabinet penuh. Mereka menilai bahwa langkah ini tak pantas mengingat Pemilu 2024 masih berlangsung, sementara sejumlah masalah rakyat belum terselesaikan.

Baca Juga: Langkah Strategis Pemkab Magetan Dorong Sayur Lokal Masuk SPPG Siap Edukasi Petani Agar Sesuai PSAT BGN Demi Tingkatkan Ekonomi Daerah

Ini Alasan Tim Pemenangan AMIN Kecam Program Makan Siang Gratis!

Tim Pemenangan Nasional Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) mengkritik langkah pemerintah yang membahas program makan siang gratis Prabowo-Gibran dalam rapat kabinet penuh di Istana Negara, Jakarta, pada hari Senin (26/2).

Juru Bicara Timnas AMIN, Billy David, menyatakan bahwa hal tersebut tidak sesuai. Dia mengungkapkan bahwa kontes Pemilu 2024 masih berlangsung.

Baca Juga: Umi Sjarifah, Pemred Media Sudut Pandang Raih Anugerah INDOPOSCO atas Dedikasi Jurnalistik

“Jika kita membicarakan program-program pemerintah yang akan datang, itu tidak pantas karena pemilu belum selesai dan kabinet belum terbentuk,” ujar Billy ketika dihubungi pada hari Selasa (27/2).

“Belum lagi anggota legislatif yang baru saja terpilih dan proses legislasi terkait program makan siang ini belum dimulai sama sekali,” tambahnya.

Baca Juga: Kecelakaan Tragis di Lokasi Bencana Longsor, Dua Polisi Terhimpit Truk Militer

Billy menyatakan bahwa pembahasan program ini dalam rapat kabinet akan menimbulkan kebingungan di masyarakat. Terutama, katanya, ketika masih ada sejumlah masalah yang belum terselesaikan oleh Pemerintah.

“Momentum ini hanya akan menambah kebingungan di kalangan masyarakat. Kepentingan politik dan kelompok elit seolah lebih diutamakan daripada persoalan rakyat Indonesia,” jelasnya.

Pemilu 2024 Belum Selesai, Masalah Harga Beras Masih Hangat

Dia menyoroti masalah lonjakan harga beras yang belum mendapatkan solusi konkret dari Pemerintah.