Example floating
Example floating
Home

Industri Manufaktur Indonesia Pecahkan Rekor Ekspor Global

Alfi Fida
×

Industri Manufaktur Indonesia Pecahkan Rekor Ekspor Global

Sebarkan artikel ini
Industri Manufaktur Indonesia Pecahkan Rekor Ekspor Global
Industri Manufaktur Indonesia Pecahkan Rekor Ekspor Global

MEMO

Industri pengolahan nonmigas di Indonesia terus mengukir prestasi gemilang dengan mencatat kontribusi dominan terhadap nilai ekspor nasional. Pada tahun 2023, sektor manufaktur berhasil menembus angka ekspor USD186,98 miliar, menyumbang lebih dari 70% dari total nilai ekspor nasional.

Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyatakan keoptimisan untuk tahun 2024 dengan target ekspor mencapai USD193,4 miliar, menegaskan daya saing produk manufaktur Indonesia di panggung global.

Capaian Ekspor dan Tantangan Tahun 2024

Industri pengolahan nonmigas hingga saat ini terus memberikan kontribusi dominan terhadap pencapaian nilai ekspor nasional. Pada tahun 2023, sektor manufaktur berhasil mencatat ekspor senilai USD186,98 miliar, menyumbang sebanyak 72,24% dari total nilai ekspor nasional yang mencapai USD258,82 miliar.

Baca Juga: DPR Desak BPOM Razia Kurma Berpengawet Selama Bulan Ramadhan

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyampaikan bahwa meskipun dunia mengalami ketidakstabilan, industri Indonesia tetap agresif dalam memperluas pangsa pasar ekspornya. Beliau menyatakan, “Ini mencerminkan daya saing produk manufaktur kita yang diakui secara global.”

Menperin menekankan bahwa realisasi ekspor industri manufaktur selama Januari-Desember 2023 melebihi target yang ditetapkan, yang awalnya diproyeksikan sekitar USD186,40 miliar. “Tahun 2024, kami menargetkan USD193,4 miliar. Kami yakin target ini dapat tercapai,” ungkapnya dengan optimis.

Baca Juga: Pengawasan Dana Desa: Hak & Kewajiban Aktif Masyarakat

Beberapa sektor yang menjadi kontributor utama terhadap nilai ekspor industri manufaktur nasional meliputi industri logam dasar, industri makanan, industri bahan kimia dan produk kimia, industri kendaraan bermotor, trailer dan semitrailer, industri komputer, barang elektronik, serta optik, dan industri kertas dan produk kertas.

“Performa ekspor yang positif ini berdampak besar pada pembentukan neraca perdagangan industri manufaktur yang mencatat surplus sebesar USD17,39 miliar. Ini merupakan kelanjutan dari surplus yang dicapai pada tahun 2022,” jelasnya.

Agus menyatakan bahwa tren positif ini meneguhkan peran penting industri manufaktur nasional sebagai tulang punggung perekonomian. “Maka dari itu, pemerintah sangat fokus dan memberikan perhatian ekstra untuk menghidupkan kembali kinerja industri manufaktur, dengan memperkuat sinergi antara berbagai pemangku kepentingan dalam pelaksanaan kebijakan strategis,” ucapnya.

Daya Saing Produk Manufaktur Indonesia: Posisi Global Meningkat Drastis

Industri manufaktur Indonesia juga meraih prestasi di tingkat global. Berdasarkan laporan Safeguard Global, Indonesia masuk dalam 10 besar negara penyumbang produk manufaktur dunia, menjadi satu-satunya negara ASEAN dalam daftar tersebut.

Kontribusi Indonesia terhadap produk manufaktur global mencapai 1,4%, menunjukkan peningkatan dari posisi 16 empat tahun sebelumnya.

Selama Januari-Desember 2023, pangsa pasar ekspor industri pengolahan Indonesia masih terfokus pada Tiongkok dengan porsi 23,60%, diikuti oleh Amerika Serikat (12,25%), dan India (6,33%).

Dalam proyeksi tahun 2024, aktivitas ekonomi global diperkirakan masih menghadapi risiko dan ketidakpastian, seiring dengan proyeksi perlambatan pertumbuhan ekonomi global oleh berbagai lembaga internasional. Hal ini secara langsung akan mempengaruhi aktivitas perdagangan Indonesia pada Tahun Naga Kayu.

“Oleh karena itu, pemerintah akan terus memonitor dampak kondisi global terhadap ekspor nasional dan mengambil langkah-langkah antisipatif melalui kebijakan strategis seperti hilirisasi sumber daya alam, peningkatan daya saing produk manufaktur berorientasi ekspor, serta diversifikasi mitra dagang utama atau mengincar pasar ekspor nontradisional,” tambah Menperin Agus.

Menjelang Tahun Naga Kayu: Peningkatan Ekspor dan Langkah Antisipatif Industri Manufaktur Indonesia

Dalam proyeksi tahun 2024, pemerintah Indonesia akan terus memantau dampak kondisi global terhadap ekspor nasional. Langkah-langkah antisipatif seperti hilirisasi sumber daya alam, peningkatan daya saing produk manufaktur berorientasi ekspor, dan diversifikasi mitra dagang akan diimplementasikan.

Meskipun menghadapi risiko dan ketidakpastian dalam aktivitas ekonomi global, prestasi positif industri manufaktur Indonesia sebagai salah satu penyumbang utama produk manufaktur dunia memperkuat posisinya di pasar internasional.