Presiden Joko Widodo, atau yang akrab disapa Jokowi, tersenyum saat mendengar rumor tentang sejumlah aktivis lingkungan yang meninggalkan ruang saat dia berbicara di Konferensi Iklim PBB (COP28) di Dubai.
Namun, hal itu tidak membuatnya risau. Dia fokus menyampaikan bahwa Indonesia telah mengambil langkah konkret dalam menghadapi perubahan iklim.
Baca Juga: Daftar Lengkap 27 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK Terkait Skandal Aliran Dana Pemerasan
“Dalam hal ini, yang paling penting adalah bahwa kita telah melakukan tindakan nyata untuk berkontribusi mengatasi permasalahan perubahan iklim yang menjadi kekhawatiran semua negara,” ujar Jokowi di Jakarta Convention Center pada Kamis (7/12).
Jokowi menegaskan bahwa Indonesia berhasil menekan tingkat deforestasi serta telah mengurangi kebakaran hutan dan lahan gambut. Upaya lainnya yang dilakukan pemerintah adalah pembangunan pusat-pusat pembibitan. Menurutnya, langkah-langkah ini merupakan bukti konkret dalam menghadapi dampak perubahan iklim.
Baca Juga: Kabar Gembira Mei 2026: Intip Rincian Gaji dan Tunjangan Pensiunan PNS Golongan IIIb
“Kami telah membangun pusat-pusat pembibitan dengan total produksi 75 juta bibit, termasuk di Rumpin, Bogor, mangrove di Denpasar, serta bibit-bibit hutan hujan di Mentawir dan Labuan Bajo,” paparnya.
Presiden Jokowi Soroti Tindakan Nyata Indonesia dalam Mengatasi Perubahan Iklim
Isu tentang aktivis yang meninggalkan ruang saat Jokowi berpidato menjadi perbincangan di berbagai media sosial. Salah satu pengguna media sosial dengan akun @Paltiwest menyebutkan bahwa sebagian peserta konferensi COP28 meninggalkan ruang saat Jokowi berbicara.
Pengguna ini menghubungkan hal tersebut dengan kebijakan pembangunan lumbung pangan atau food estate.
“Saat berbicara di konferensi lingkungan COP28 di Dubai, sebagian peserta meninggalkan ruang ketika Jokowi berpidato. Mayoritas dari mereka adalah delegasi dari NGO Global seperti Green Peace, Walhi, Save Borneo, dan organisasi non-pemerintah lainnya,” ujar akun tersebut pada Rabu (6/12).