Mojokerto, Memo
Kematian seorang istri di kos kosan Panggreman, Kranggan, Mojokerto, gegerkan warga sekitar. Jenasah Indah Kusnaini, warga Cempaka Cepete Utara Kebayoran Jakarta, dibiarkan terlentang di rumah kos kosan itu. Sementara, suaminya masih kebingungan dan meninggalkan jenazah istrinya, karena menghubungi keluarga di Jakarta, minta bantuan.
Beberapa penghuni kos kosan di daerah itu, resah. Pasalnya, jenasah dibiarkan sendirian. sementara suaminya bernama Deddy Hakim Sugiyarto, warga Kranggan Mojokerto, meninggalkan lokasi , cukup lama.
Penghuni rumah kost di Lingkungan Panggreman Kelurahan Kranggan Kecamatan Kranggan Mojokerto dibuat geger dengan jenazah seorang istri yang ditinggal oleh suaminya, kejadian Senin, 15 Maret 2021.
Kahumas Polisi Kota Mojokerto, IPDA Mohammad Khoirul Umam, S.E., menjelaskan, mayat Indah Kusnaeni, warga Jalan Cempaka Cipete, Jakarta Selatan. Indah Kusnaeni dinyatakan tewas pada hari Minggu, 14 Maret 2021 sekitar pukul 14.00 WIB, karena sakit.
Karena di rumah kos tidak ada tempat untuk memandikan mayat, Dedy Hakim suami Indah, seorang warga Kranggan Mojokerto, membawa mayat Indah ke Rumah Sakit Gatoel Mojokerto untuk dimandikan. Selanjutnya, Senin, 15 Maret 2021 sekitar 00:30 pagi. Proses di Rumah Sakit Gatoel selesai.
Mayat wanita, dibawa ke rumah kos untuk dimakamkan. Selanjutnya, Dedy meninggalkan rumah kos, berkoordinasi dengan keluarga, dan mencari dana untuk proses pemakaman. Keberangkatan Dedy juga izin dan pengetahuan tentang penduduk setempat.
Penduduk asrama gelisah karena sampai pukul 09.00 Dedy tidak kembali. Hingga akhirnya salah satu rumah kos yang dilaporkan ke Kantor Polisi Mojokerto Prajurkulon, merasa kasihan pada mayat ditinggalkan dan tidak langsung dimakamkan.
IPDA Mohammad Khoirul Umam menambahkan, setelah menerima laporan dari penghuni, anggota polisi dan kepala polisi kota Mojokerto Prajurkulon segera memeriksa lokasi. Ketika petugas berada di lokasi, sekitar pukul 10:45 pagi. Dedy kembali ke rumah kos. Dedy terkejut karena di rumah kosnya banyak anggota polisi dan warga.
Dari hasil informasi, Dedy tidak bermaksud untuk meninggalkan mayat istrinya. Dedy pergi berkoordinasi dengan keluarga, dan sedang mencari dana untuk proses pemakaman mayat istrinya. Dari hasil pemeriksaan anggota polisi di lokasi, Indah Kusnaeni menderita kanker dan tidak ada tanda-tanda kekerasan dalam tubuh tubuh.
Akhirnya, sekitar pukul 11:30 pagi, mayat Indah langsung terkubur ke lingkungan lingkungan pemakaman di Losari Desa Sidohardjo, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.












