Example floating
Example floating
Daerah

Perekonomian Diprediksi Tidak Mudah Kembali ke 5%, Mengapa?

Alfi Fida
×

Perekonomian Diprediksi Tidak Mudah Kembali ke 5%, Mengapa?

Sebarkan artikel ini
Perekonomian Diprediksi Tidak Mudah Kembali ke 5%, Mengapa
Perekonomian Diprediksi Tidak Mudah Kembali ke 5%, Mengapa

Jakarta, Memo
Kepala BKF atau Badan kebijakan Fiskal Kemenkeu Febrio Kacaribu mengatakan Indonesia dapat saja alami yang namanya gelombang kedua COVID-19 usai dilonggarkannya peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Lantaran, episentrum persoalan COVID-19 di Indonesia terus hadapi pergeseran.

Setelah Jakarta, saat ini Jawa Timur, Jawa Tengah sampai Sulawesi Selatan malah jadi episentrum baru persoalan COVID-19.

Baca Juga: Wujud Kepedulian Sosial, KAI Daop 7 Madiun Sepanjang Tahun 2025 Salurkan Dana Sosial Rp 778 Juta

“Indonesia bukan tidak mungkin kita mengalami second wave. Jakarta yang saat ini sudah dilonggarkan PSBB-nya harus terus dijaga agar protokol kesehatannya betul-betul dilaksanakan sehingga second wave-nya harapannya tidak terjadi. Namun tantangan kita di Indonesia saat ini yaitu episentrumnya beralih ke Jatim, Jateng, Sulsel, dan lain sebagainya,” kata Febrio dalam diskusi virtual, Sabtu (27/6/2020).

maka dari itu, pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat harus diterapkan di semua wilayah Indonesia, tidak cuma di Jakarta, tetapi juga zona hijau COVID-19. Tujuannya supaya tidak terjadi gelombang kedua COVID-19 di Indonesia.

Baca Juga: Laksanakan Tugas Kemanusiaan, Babinsa Koramil 02 Pesantren / Kodim 0809 Kediri Amankan dan Evakuasi ODGJ di Kelurahan Tempurejo

“Ini yang memang akan terus jadi tantangan kita dalam belan-bulan ke depannya, sayangnya itulah yang jadi fitur utama dari krisis kita tahun ini, maksudnya tidak kita ketahui, kapan berakhirnya pembatasan-pembatasan ini yang disebabkan oleh episentrum yang terus bergeser serta seberapa sanggup kita melaksanakan protokol kesehatan yang lumayan disiplin sehingga kita dapat bebas dari second wave,” paparnya.