Example floating
Example floating
Daerah

Sebayak 60 Penyandang Disabilitas Ikuti Berbagai Perlombaan di Satdion Situbondo

A. Daroini
×

Sebayak 60 Penyandang Disabilitas Ikuti Berbagai Perlombaan di Satdion Situbondo

Sebarkan artikel ini

[ad_1]

Situbondo, MEMO
Serunya Lomba lari penyandang disabilitas yang diikuti siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) berlangsung sangat seru di Stadion Abdurrahman Saleh, Sabtu (27/4/2019) kemarin.

Baca Juga: H2+1 Lebaran 1447 H Daop 7 Madiun Catat Berangkatkan Lebih  17 Ribu Penumpang Dihimbau Bawa Bagasi Sesuai Aturan

Ada empat kategori lomba lari bagi penyandang disabilitas, yaitu lomba nomor lari 25 meter down syndrome, lari 100 meter disabel tuli putra dan putri, lomba nomor lari 100 meter disabel daksa kaki putra dan putri, serta lari 100 meter disabel tangan putra dan putri.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Sofwan Hadi, “lomba lari disabilitas ini diikuti sebanyak 60 orang anak. Mereka berasal dari enam lembaga pendidikan SLB di Situbondo,” ujar Sofwan.

Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu

Masih jelas Sofwan, kegiatan lomba lari disabilitas ini baru pertama kali digelar di Situbondo. Tujuannya, yaitu mencari atlet berbakat, serta mendukung program rehabilitasi penyandang disabilitas melalui olahraga.

Sementara itu, Ketua National Paralympic Committee (NPC) Kabupaten Situbondo, Tatok Hardiyanto, mengaku sangat mengapresiasi lomba lari untuk penyandang disabilitas.

Baca Juga: H+2 Lebaran, Meski Ramai dan Padat Situasi Jalan Doho Termasuk Stasiun KA Kediri Tetap Lancar, Begini Penjelasan Polisi

Menurutnya, kegiatan ini cukup mendapat sambutan bagus. Terbukti 60 orang anak disabilitas mengikuti lomba lari tersebut.

Lomba lari disabilitas mendapat suport Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Situbondo, Reno Widigyo, Ketua National Paralympic Committee Jawa Timur, Imam Kuncoro. (Edo)

The post Sebayak 60 Penyandang Disabilitas Ikuti Berbagai Perlombaan di Satdion Situbondo appeared first on Memo Surabaya.

[ad_2]

Source link