Example floating
Example floating
Daerah

68 Orang Meninggal, 14 Orang Hilang, Akibat Banjir Bandang Flores

Avatar
×

68 Orang Meninggal, 14 Orang Hilang, Akibat Banjir Bandang Flores

Sebarkan artikel ini
68 Orang Menimnggal, 14 Orang Hilang, Akibat Banjir Bandang Flores
68 Orang Menimnggal, 14 Orang Hilang, Akibat Banjir Bandang Flores

Flores Timur, Memo

Hingga Senin hari ini, dilaporkan sebanyak 68 orang meninggal dunia dan 14 orang hilang, akibat banjir bandang di Flores Timur , Nusa Tenggara Timur. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga mencatat ada 9 orang yang mengalami luka luka berat. Bencana diakibatkan hujan deras dan debit air Sungai Benenai, meluap.

Baca Juga: Duka Mendalam Bocah 8 Tahun Di Sampang Ditemukan Meninggal Di Bawah Jembatan Usai Dilaporkan Hilang Oleh Pihak Keluarga

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam keterangannya, Senin (5/4), menjelaskan bahwa akibat bencana ini, 68 orang meninggal dunia dan sembilan orang lainnya luka-luka. Sedang Sebanyak 14 warga Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaporkan masih hilang

“BPBD setempat melaporkan data sementara yang menyebutkan 41 warga meninggal dunia, 9 luka-luka dan 27 hilang. BPBD terus melakukan pendataan dan memverifikasi data lapangan untuk pemutakhiran selanjutnya,” kata Raditya, sebagaimana dikutip dari Fajar.

Baca Juga: Banjir Berkah Program Spesial Ramadan 1447 H Bank Jatim Iftar Eksklusif KMG Berhadiah Umroh Hingga KPR Bunga 364 Persen Untuk Nasabah

Raditya mengungkapkan, banjir bandang yang terjadi di Flores Timur, NTT berdampak pada sejumlah wilayah antara lain Desa Nelelamadike di Kecamatan Ile Boleng, Kelurahan Waiwerang dan Desa Waiburak di Kecamatan Adonara Timur, Desa Oyang Barang dan Pandai di Kecamatan Wotan Ulumado serta Desa Waiwadan dan Duwanur di Kecamatan Adonara Barat.

Dia menyampaikan, peristiwa itu juga memakan korban jiwa di setiap kecamatan. Korban di Desa Nelelamadike, Kecamatan Ile Boleng yakni 35 warga meninggal dunia, lima luka-luka, 19 hilang, dan sembilan KK atau 20 jiwa terdampak. Sementara itu di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, terdapat tiga warga meninggal dunia, empat terluka, dan tujuh warga masih hilang.

Baca Juga: Kabar Pahit Ribuan Tenaga PPPK Paruh Waktu Pemkab Lumajang Tak Kebagian THR 2026 Ini Penjelasannya Agar Pegawai Paham Aturannya