Example floating
Example floating
Daerah

68 Orang Meninggal, 14 Orang Hilang, Akibat Banjir Bandang Flores

Avatar
×

68 Orang Meninggal, 14 Orang Hilang, Akibat Banjir Bandang Flores

Sebarkan artikel ini
68 Orang Menimnggal, 14 Orang Hilang, Akibat Banjir Bandang Flores
68 Orang Menimnggal, 14 Orang Hilang, Akibat Banjir Bandang Flores

Flores Timur, Memo

Hingga Senin hari ini, dilaporkan sebanyak 68 orang meninggal dunia dan 14 orang hilang, akibat banjir bandang di Flores Timur , Nusa Tenggara Timur. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga mencatat ada 9 orang yang mengalami luka luka berat. Bencana diakibatkan hujan deras dan debit air Sungai Benenai, meluap.

Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam keterangannya, Senin (5/4), menjelaskan bahwa akibat bencana ini, 68 orang meninggal dunia dan sembilan orang lainnya luka-luka. Sedang Sebanyak 14 warga Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaporkan masih hilang

“BPBD setempat melaporkan data sementara yang menyebutkan 41 warga meninggal dunia, 9 luka-luka dan 27 hilang. BPBD terus melakukan pendataan dan memverifikasi data lapangan untuk pemutakhiran selanjutnya,” kata Raditya, sebagaimana dikutip dari Fajar.

Baca Juga: H+2 Lebaran, Meski Ramai dan Padat Situasi Jalan Doho Termasuk Stasiun KA Kediri Tetap Lancar, Begini Penjelasan Polisi

Raditya mengungkapkan, banjir bandang yang terjadi di Flores Timur, NTT berdampak pada sejumlah wilayah antara lain Desa Nelelamadike di Kecamatan Ile Boleng, Kelurahan Waiwerang dan Desa Waiburak di Kecamatan Adonara Timur, Desa Oyang Barang dan Pandai di Kecamatan Wotan Ulumado serta Desa Waiwadan dan Duwanur di Kecamatan Adonara Barat.

Dia menyampaikan, peristiwa itu juga memakan korban jiwa di setiap kecamatan. Korban di Desa Nelelamadike, Kecamatan Ile Boleng yakni 35 warga meninggal dunia, lima luka-luka, 19 hilang, dan sembilan KK atau 20 jiwa terdampak. Sementara itu di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, terdapat tiga warga meninggal dunia, empat terluka, dan tujuh warga masih hilang.

Baca Juga: Ponpes Al Ubaidah Jadi Tuan Rumah Penutupan Safari Ramadan 1447 H/2026 M Pemkab Nganjuk

“Desa Oyang Barang, Kecamatan Wotan Ulumado, sebanyak tiga warga meninggal dunia, satu orang lainnya hilang, sedangkan 40 KK terdampak,” ujar Raditya.

Selain jatuhnya korban jiwa, peristiwa alam ini juga berakibat pada putusnya lima jembatan dan puluhan rumah warga tertimbun lumpur, seperti di Desa Nelelamadike. Serta puluhan rumah terendam banjir di Kecamatan Adonara Barat.

Selain di Kabupaten Flores Timur, banjir juga terjadi di Kabupaten Malaka, NTT pada Minggu (4/4), pukul 08.00 WITA. Diduga banjir dipicu oleh hujan intensitas tinggi hingga debit air Sungai Benenai meluap.

Banjir di Kabupaten Malaka ini berdampak di Kecamatan Malaka Tengah (Desa Naimana, Fahiluka, Kawalu, Railor, Bereliku), Kecamatan Malaka Barat (Desa Motaain, Oan Mane, Sukun, Fafoe, Lasaen, Umatoos, Rabasa, Rabasa Haerain, Loofoun, Maktihan, Naas, Motaulun), Kecamatan Weliman (Desa Forekmodok, Lamudur, Wederok dan Kleseleon), Kecamatan Wewiku (Desa Halibasar) dan Kecamatan Kobalima (Desa Lalekun Barat).

“Dampak banjir berupa ratusan rumah terendam dengan ketinggian air hingga 1,5 meter. Banjir mengakibatkan jembatan penghubung kantor BPBD dengan ibukota Kabupaten Malaka terputus,” ungkap Raditya. ( ed ) )