Dalam kunjungannya ke MTS Ibnu Sina, Meutya juga berdialog langsung dengan guru dan santri untuk memahami kebutuhan mereka dalam memanfaatkan internet. Ia berharap akses internet yang lebih baik akan meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah dan pesantren, serta melahirkan generasi muda yang siap bersaing di era digital.
“Dengan akses yang memadai, madrasah dan pesantren dapat memanfaatkan teknologi untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kualitas belajar. Harapannya, generasi muda kita bisa lebih kompetitif di masa depan,” ujar Meutya.
Meutya juga menekankan pentingnya penggunaan internet untuk tujuan yang positif, seperti pendidikan, daripada sekadar hiburan atau aktivitas yang merugikan. Program ini, katanya, harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama bagi pelajar di madrasah dan pesantren.
“Internet harus menjadi alat untuk belajar dan berkembang, bukan untuk hal-hal negatif seperti judi online atau konten yang merugikan. Kami ingin memastikan generasi muda Indonesia siap menghadapi masa depan dengan cara yang benar,” tutup Meutya.












