Ini Rahasia Tersembunyi di Balik Istidraj yang Mengejutkan Anda!

Ini Rahasia Tersembunyi di Balik Istidraj yang Mengejutkan Anda!
Ini Rahasia Tersembunyi di Balik Istidraj yang Mengejutkan Anda!

MEMO

Apa itu Istidraj dalam Islam? Istidraj merupakan sebuah konsep yang penting dalam ajaran agama ini. Artikel ini akan mengulas makna dan contoh Istidraj, serta memberikan wawasan tentang bagaimana menghindarinya. Teruslah membaca untuk memahami betapa pentingnya kesadaran akan Istidraj dalam menjalani kehidupan beragama.

Bacaan Lainnya

Pahami Arti dan Contoh Istidraj dalam Islam untuk Hidup yang Lebih Bertaqwa

Mungkin banyak di antara kita yang sudah tak asing mendengar istilah “Istidraj.” Ungkapan ini berasal dari bahasa Arab. Namun, apa sebenarnya makna di balik kata Istidraj ini?

Istidraj, pada dasarnya, adalah sebuah tindakan tipu daya yang diberikan oleh Allah SWT kepada seseorang yang cenderung melakukan perbuatan dosa dan jarang beribadah, tetapi hidupnya tetap dilimpahi dengan berbagai kenikmatan.

Kenikmatan dalam Istidraj bisa datang dalam berbagai bentuk, seperti kekayaan, kekuasaan, atau posisi sosial yang tinggi.

Dalam Al-Qur’an, Istidraj juga dijelaskan dalam surat Al-A’raf, ayat 182 dan 183:

وَالَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِّنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُوْنَ، وَاُمْلِيْ لَهُمْۗ اِنَّ كَيْدِيْ مَتِيْنٌ

Artinya: “Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, akan Kami biarkan mereka berangsur-angsur (menuju kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui. Dan Aku akan memberikan tenggang waktu kepada mereka. Sesungguhnya, rencana-Ku sangat kokoh.”

Contoh-contoh Istidraj

Melansir laporan dari NU Online, banyak orang terperangkap dalam Istidraj karena mereka menganggap kenikmatan yang mereka peroleh sebagai berkah yang menghormati mereka. Padahal, pada kenyataannya, kenikmatan tersebut sebenarnya adalah ujian yang harus dihadapi.

Kenali Istidraj: Tipu Daya Kenikmatan dan Cara Menghindarinya dalam Agama Islam

Istidraj dapat membuat manusia melupakan Allah SWT dan membuat mereka merasa bahwa mereka tidak lagi membutuhkan-Nya. Istidraj seringkali menipu manusia dengan mengalihkan perhatian mereka dari kebenaran sejati dan membutakan mereka terhadap bahaya yang mungkin mengintai di balik kenikmatan yang mereka rasakan.

Terdapat banyak contoh Istidraj yang dapat kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Seperti yang dikutip dari laman Kementerian Agama, ketika kita dengan sengaja mengabaikan salat, meninggalkan puasa, atau bahkan tidak merasa bersalah saat melakukan dosa; ketika kita enggan untuk bersedekah, merasa bangga dengan harta yang kita miliki, dan mengabaikan perintah-perintah Allah.

Pos terkait