Ini Rahasia Besar! Jepang dan Indonesia Berkolaborasi Bangun IKN

Ini Rahasia Besar! Jepang dan Indonesia Berkolaborasi Bangun IKN
Ini Rahasia Besar! Jepang dan Indonesia Berkolaborasi Bangun IKN

MEMO

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, mengungkapkan peluang investasi menarik bagi Jepang di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Dalam KTT ASEAN ke-43, Basuki mengajukan dua proyek vital, yakni kereta api dan pasokan air bersih. Mari kita eksplorasi lebih lanjut inisiatif ini dalam kesimpulan artikel berikut.

Bacaan Lainnya

Proyek Kereta Api dan Air Bersih Membuka Pintu Kemajuan IKN

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono telah mengajukan dua proyek di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara kepada pihak Jepang. Penawaran ini dia sampaikan kepada rombongan delegasi Jepang yang hadir dalam KTT ke-43 ASEAN di Jakarta pada hari Rabu (6/9). Delegasi Jepang ini diwakili oleh Penasihat Khusus Perdana Menteri Jepang, Mori Masafumi.

Dalam pertemuan tersebut, Basuki membahas peluang investasi yang bisa dikejar di IKN bersama Jepang. Salah satu proyek yang dia tawarkan kepada pihak Jepang adalah proyek kereta api. Basuki menjelaskan bahwa dia telah berbicara mengenai proyek ini kepada Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, pada hari sebelumnya.

Lebih lanjut, Basuki menyebut bahwa potensi nilai investasi terkait dengan proyek kereta api ini terletak di bidang perhubungan (Kemenhub). Pihaknya telah membangun jalur transportasi ke IKN melalui jalan tol, dan kini tinggal membangun jalur kereta api. Hal ini akan menjadi fokus utama pihak Jepang dalam kerja sama ini.

Kereta Api Cepat Menuju IKN: Solusi Transportasi Masa Depan

Menurut keterangan resmi dari Kementerian PUPR, proyek pembangunan kereta api ini direncanakan akan menghubungkan Balikpapan dengan IKN. Diharapkan bahwa hal ini akan meningkatkan aksesibilitas ke IKN selain melalui jalan tol.

Selain proyek kereta api, Basuki juga menyampaikan bahwa IKN memerlukan pasokan air minum yang cukup. Saat ini, persediaan air di Bendungan Sepaku Semoi hanya mencukupi hingga tahun 2030 dengan kapasitas sekitar 2.000 liter per detik.

Pos terkait