Program Bedah Rumah Desa Kweden “ Disunat “ Kades

Mbah Fatimah, penerima bantuan bedah rumah dari pemerintah.jpg (1)

Memo.co.id – ( NGANJUK ) Program bantuan bedah rumah dari Kementerian Perumahan Rakyat ( Kemenpera ) tahun 2015 kemarin yang ada di Dusun Pandansili, Desa Kweden, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk disunat dan dibuat foya-foya bancakan oleh Kepala Desa dan Bayan, untuk pembangunan rumah dan beli sepeda motor Ninja.
Bantuan dari pemerintah sesuai dengan keadaan fisik rumah yang akan direhab. Keadaan rumah rusak ringan mendapat bantuan Rp 10 juta. Rusak berat Rp 20 juta. Sedang kerusakan sedang dan rata-rata mendapat bantuan Rp 15 juta untuk masing-masing rumah.
Di Desa Kweden, tahun 2015 kemarin mendapat bantuan jatah 54 unit rumah yang direhab dengan anggaran masing-masing mendapat Rp 15 juta. Tapi kenyataannya, diterimakan hanya Rp 10,5 juta yang diterimakan dalam ujut material. “ Sisanya Rp 4,5 juta diminta pak Lurah. Entah untuk keperluan apa, “ ujar Ono, warga setempat. Bahkan, saat pembangunan, warga penerima masih dimintai duwit oleh panitia sampai Rp 400 ribu. Alasanya, panitia minus, untuk membeli paku.
Mbah Fatimah, penerima bantuan program bedah rumah didesa tersebut menuturkan pada Sabtu ( 9/1 ) sore dirumahnya. “ Saya menerima seperti ini saja. Dan masih dimintai lagi uang untuk membeli paku, “ ujar nenek Fatimah.
Mbah Fatimah mengaku bahwa rumah yang direhab oleh pemerintah itu hanya 2 meter depannya saja. “ Yang belakang masih bangunan lama. Tembok-tembok itu hanya diplengseng sebagian saja nampak dari luar. Tidak tahu kok pak, program pemerintah kok hanya 2 meter saja. Lainnya tidak, “ paparnya lugu. Ketika ditanya apakah saat sosialisasi penerimaan bantuan mendapat potongan Rp 4,5 juta dari Desa, ia mengangguk betul.

Pos terkait