Pemberhentian Prabowo dari ABRI dan Pengungkapan Surat DKP

Pemberhentian Prabowo dari ABRI dan Pengungkapan Surat DKP
Pemberhentian Prabowo dari ABRI dan Pengungkapan Surat DKP

MEMO

Pemberhentian kontroversial Letjen Prabowo Subianto dari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) kembali menjadi sorotan publik setelah Presiden Jokowi memberikan pangkat jenderal bintang empat kepadanya.

Bacaan Lainnya

Video upacara pemberhentian Prabowo dari ABRI yang tersebar di YouTube memunculkan pertanyaan tentang kasus-kasus kontroversial yang menjeratnya, termasuk pengungkapan surat Dewan Kehormatan Perwira (DKP) yang menyebutkan keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis tahun 1998.

Prabowo Subianto Diberhentikan dari ABRI, Skandal Terbongkar!

Kemunculan kembali momen di mana Prabowo Subianto mengakhiri kariernya di Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) menjadi sorotan masyarakat usai Presiden Jokowi memberikan pangkat jenderal bintang empat kepadanya sebagai menteri pertahanan.

Sebuah video yang merekam momen pemberhentian Prabowo dari ABRI telah diunggah ke kanal YouTube AP Archive. Video tersebut menampilkan upacara di mana Letjen Prabowo Subianto resmi diberhentikan dari ABRI.

Jenderal Wiranto, saat itu menjabat sebagai Panglima ABRI, hadir dalam upacara tersebut dan memberikan keterangan pers terkait pemberhentian Prabowo.

“Para wartawan dan masyarakat umum, Letjen TNI Prabowo Subianto telah mengakhiri masa dinasnya dalam Angkatan Bersenjata Republik Indonesia,” ungkap Wiranto dalam video yang diunggah dengan judul “INDONESIA: LETNAN JENDERAL PRABOWO SUBIANTO DIPECAT”.

Pada tahun 2014, sebuah surat yang memuat pemberhentian Prabowo dari ABRI sempat tersebar, khususnya pada masa Pemilu. Surat dari Dewan Kehormatan Perwira (DKP) tersebut mengungkapkan sejumlah pelanggaran yang dilakukan Prabowo selama berdinas di militer, termasuk kasus penculikan aktivis pada tahun 1998.

Pangkat Jenderal Bintang Empat: Sorotan Terhadap Masa Lalu Kontroversial Prabowo

DKP menyebut bahwa Prabowo memerintahkan anggota Satgas Mawar dan Satgas Merpati, melalui Kolonel Inf Chairawan (Dan Grup-4) dan Mayor Inf Bambang Kristiono, untuk melakukan pengungkapan, penangkapan, dan penahanan terhadap para aktivis, yang menyebabkan sejumlah korban.

“Perwira yang diperiksa atas nama Letnan Jenderal Prabowo Subianto disarankan untuk diberhentikan dari dinas militer,” demikian bunyi surat tertanggal 9 Juni 2014.

Pos terkait