CNI beralih dari skema MLM menuju konsep Pemasaran Campuran (MMC) setelah memutuskan keluar dari Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia. Peluncuran CNI Store sebagai bagian dari strategi baru mereka menandai langkah besar dalam menghadapi pergeseran tren pasar menuju digitalisasi.
Baca Juga: Daftar Lengkap 27 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK Terkait Skandal Aliran Dana Pemerasan
CNI Store: Strategi Terbaru dalam Pemasaran Berbasis MMC
Setelah CNI memutuskan untuk mengakhiri keanggotaannya di Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) dan meninggalkan skema MLM dalam pemasaran produknya, CNI sekarang mengalihkan fokusnya ke konsep Pemasaran Campuran (Mixed Marketing Concept, MMC).
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tantangan persaingan bisnis dan tren pasar yang semakin mengarah ke digitalisasi.
Baca Juga: Kabar Gembira Mei 2026: Intip Rincian Gaji dan Tunjangan Pensiunan PNS Golongan IIIb
Salah satu strategi yang diadopsi CNI untuk menghadapi pergeseran tren pasar adalah dengan mengubah konsep Sales Counter-nya menjadi konsep yang menggabungkan sebagian sistem franchise.
Inilah langkah strategis yang diambil oleh CNI untuk fokus pada pemasaran berbasis Mixed Marketing Concept (MMC) setelah keluar dari skema Multi Level Marketing (MLM) sejak Oktober tahun lalu.
Baca Juga: Diakui IPSI, M. Taufiq Sah Pimpin PSHT, Blitar Serukan Soliditas Nasional
“New face” dari sales counter CNI ini dikenal dengan nama CNI Store, yang resmi diluncurkan pada tanggal 2 Juli 2024 di Kantor Pusat CNI.
CNI Store memperkenalkan beberapa konsep baru yang sebelumnya tidak ada dalam skema MLM.
Tujuannya adalah untuk memberikan kemudahan bagi konsumen dalam mendapatkan produk CNI, sehingga diperlukan tempat distribusi dan promosi produk CNI dengan model Mixed Marketing Concept (MMC).
Hal ini sejalan dengan strategi pemasaran berbasis MMC, yang tidak hanya memudahkan konsumen untuk membeli produk CNI secara online, tetapi juga offline.












