Mashuri, Guru Besar dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), telah berhasil mengembangkan teknologi cat antiradar yang menggunakan bahan pasir sisa erupsi Gunung Semeru. Artikel ini akan merangkum penelitian Mashuri beserta timnya dalam menciptakan teknologi yang vital untuk pertahanan dan keamanan nasional.
Baca Juga: Konsisten Dukung TNI/ Polri KAI Daop 7 Madiun Berikan Diskon Tarif Mudik
Guru Besar ITS Mengembangkan Teknologi Antiradar dari Bahan Lokal
Guru Besar dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Mashuri, telah berhasil mengembangkan teknologi cat antiradar yang terbuat dari material pasir sisa erupsi Gunung Semeru. Beliau merupakan seorang Profesor di Departemen Fisika ITS yang mengungkapkan bahwa penelitian ini dimulai dari kejadian pesawat asing yang tidak terdeteksi oleh sistem radar saat melewati Laut Jawa pada tahun 2010.
Menurutnya, insiden tersebut merupakan ancaman serius bagi Indonesia jika tidak ditangani dengan baik. Karena saat itu, informasi mengenai teknologi antiradar masih sangat terbatas, oleh karena itu beliau bersama timnya bertekad untuk memulai dan menyelidiki bahan-bahan penyerap gelombang radar.
Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu
Mashuri dan timnya dari Laboratorium Material Maju ITS kemudian mengembangkan teknologi antiradar ini menggunakan bahan-bahan yang tersedia di Indonesia. Menurutnya, penyerap gelombang radar biasanya terbuat dari bahan magnetik dan dielektrik seperti karbon.












