Example floating
Example floating
Tekno Digi

Fenomena Iklim El Nino dan Dampaknya Terhadap Musim Hujan

Alfi Fida
×

Fenomena Iklim El Nino dan Dampaknya Terhadap Musim Hujan

Sebarkan artikel ini
Fenomena Iklim El Nino dan Dampaknya Terhadap Musim Hujan
Fenomena Iklim El Nino dan Dampaknya Terhadap Musim Hujan

Namun, El Nino yang terjadi sekarang justru kebalikannya, membuat musim hujan pada bulan Desember, Januari, dan Februari cenderung lebih kering. Hal ini membuat musim kemarau terasa lebih panjang dari biasanya yang seharusnya hanya berlangsung selama sekitar tiga bulan menjadi hingga sembilan bulan.

BMKG, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, juga telah memprediksi bahwa musim hujan kali ini akan lebih pendek dari yang biasanya. Dalam Analisis Iklim Prakiraan Musim Hujan 2023/2024, BMKG menyebut bahwa durasi musim hujan di sebagian besar wilayah diprediksi lebih pendek dari normalnya, sementara beberapa wilayah lainnya diprediksi lebih panjang atau sama dengan durasi normal.

Baca Juga: Konsisten Dukung TNI/ Polri KAI Daop 7 Madiun Berikan Diskon Tarif Mudik

Meski demikian, BMKG memprediksi bahwa hujan akan mencapai puncaknya pada bulan Februari, yang berarti akan terjadi peningkatan hujan di bulan tersebut. BMKG juga memberikan contoh durasi musim hujan untuk beberapa wilayah seperti ZOM Banten DKI 16 dan ZOM Jawa Barat 7, yang mengalami perubahan durasi musim hujan terhadap normalnya.

BMKG juga menyatakan bahwa El Nino diperkirakan mencapai puncaknya pada bulan November 2023 dan diprediksi akan berakhir pada bulan April 2024. Data BMKG pada tanggal 9 Januari menunjukkan bahwa Indeks NINO 3.4 masih menunjukkan angka +1,63, yang menandakan tingkat El Nino yang masih moderat.

Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu

Prediksi Musim Hujan dan Fenomena Iklim di Indonesia: Analisis dan Prediksi Ahli

BMKG juga menyampaikan analisisnya, memprediksi bahwa musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia akan lebih pendek dari biasanya, sementara beberapa wilayah lainnya diprediksi akan lebih panjang atau sama dengan durasi normal.

Prediksi BMKG menunjukkan bahwa puncak hujan diperkirakan terjadi pada bulan Februari, menandakan adanya peningkatan curah hujan pada bulan tersebut. Sementara itu, El Nino diperkirakan mencapai puncaknya pada November 2023 dan diprediksi berakhir pada April 2024, menurut data terkini BMKG.

Baca Juga: TMMD ke-127 Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Pemkab Kediri Juga Bekali Warga Olahan Ikan Lele

Angka Indeks NINO 3.4 masih menunjukkan tingkat El Nino yang moderat hingga saat ini, mengindikasikan potensi dampaknya yang masih berlangsung. Penilaian ini memberikan pandangan mendalam terkait perubahan musim hujan dan fenomena iklim di Indonesia, memperkuat pemahaman tentang dinamika iklim yang terjadi.