banner 468x60

Kades Jambean Hariamin Sebut Tanah Yang Dipermasalahkan BPD Bukan Tanah Kas Desa

Kediri, memo.co.id

Terkait pemberitaan yang diduga Kepala Desa Jambean Kecamatan Kras Kabupaten Kediri yang menjual Tanah Kas Desa (TKD), menurut keterangan dari salah satu anggota BPD desa setempat Supyanto bahwa Kades Hariamin telah menjual TKD ke pihak PG. Ngadirejo menerangkan bahwa hal tersebut tidak benar.

“Yang mana yang disebut tanah Kas Desa, wong dari pihak desa saja gak pernah ada secuil bukti kepemilikan tanah tersebut, “jelas Kades Hariamin saat ditemui dikantornya, Jumat (11/8).

Lebih lanjut Kades Hariamin juga menerangkan bahwa Tanah tersebut memang milik PG. Ngadirejo dan dari pabrik itu kedesa minta tolomg mencarikan tanah buat pelebaran pabrik bio etanol, yang kedua dari pabrik yang sudah ditanami warga lalu diminta kembali oleh PG. “Dengan dikembalikan tanah ke warga yang dulunya tanah bekas untuk mencegah pencuri , saya minta kompensasi agar warga Desa Jambean 30 persennya untuk ikut kerja di PG. Ngadirejo dan itu bukan tanah kas desa, saya sudah jadi perangkat 29 thn dan tanah itu milik PG.Ngadirejo resmi, “ungkap Hariamin.

Masih menurut Kades Hariamin, selain itu dari keterangan warganya Supryanto yang juga anggota BPD bahwa Kades hariamin telah menjual TKD dengan harga per ru Rp 10 juta dengan luas tanah 300 ru yang nominalnya saat fantastis sebesar Rp 3 milyard itu hanya didasari dengan dandam pribadi dikarenakan dia dulu bekas tim sukses rival politik pada saat pencalonan Pilkades didesa setempat. “Dia itu hanya mencari cari masalah karena dendam pribadi, dan untuk uang yang dibagi bagikan kepada anggota BPD itu usaha saya sendiri, “jelas Kades Hariamin.

Kasun Pucung Gunadi juga menambahkan semua bukti sudah dicek ke BPN dan menyatakan bahwa tanah tersebut milik dari PG. Ngadirejo. “Kita juga mengecek kebenaran tanah tersebut ke BPN, dan dari BPN menyatakan bahwa tanah tersebut kepunyaan PG.Ngadirejo “tambah Kasun Gunadi.

Kades Hariamin saat ditanya tentang laporan oknum anggota BPD desa Jambean yang melaporkan ke Polres Kediri bulan Februari kemarin, membenarkan hal tersebut. “Semua saksi mulai dari BPD, RT, dan saksi warga sekitar sudah dipanggil ke polres Kediri, dan saya sendiri hingga enam kali dilakukan pemanggilan, “pungkas Kades Jambean Hariamin.

Saat akan ditemui pihak Humas PG.Ngadirejo belum bisa memberikan keterangan,dikarenakan masih berada di luar kota.(eko/jk)

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
banner 468x60

Tinggalkan Balasan