Jokowi Geram karena Insentif Nakes yang Cair Lambat

oleh
Jokowi Geram karena Insentif Nakes yang Cair Lambat
Jokowi Geram karena Insentif Nakes yang Cair Lambat

Jakarta, Memo
Presiden Joko Widodo geram soal pemberian insentif kepada tenaga kesehatan yang menangani COVID-19. Ia berpendapat prosesnya yang terlalu berbelit-belit.

Insentif yang dijanjikan pemerintah merupakan insentif bulanan. Maksudnya tenaga medis akan memperoleh tambahan pendapatan tiap bulannya dari pemerintah.

Tenaga medis yang menerima insentif di antara lain dokter spesialis Rp 15 juta, dokter umum dan dokter gigi Rp 10 juta, bidan dan perawat Rp 7,5 juta serta tenaga medis lain Rp 5 juta.

Tidak cuma itu, pemerintah pun mempersiapkan santunan kematian kepada tenaga medis yang gugur sebesar Rp 300 juta. Santunan ini cuma berlaku untuk daerah yang telah dinyatakan tanggap darurat.

Anggaran untuk insentif tenaga kesehatan sendiri disiapkan 2 saluran. Pertama pemerintah mengalokasikan dana Rp 3,7 triliun secara bertahap lewat Dana Alokasi Khusus (DAK). Anggaran itu untuk insentif tenaga kesehatan di daerah.

Sedangkan untuk tenaga kesehatan di wilayah pusat diadakan lewat anggaran melalui Kemenkes anggarannya mencapai Rp 1,9 triliun. Tidak hanya itu disiapkan pula santunan kematian sebesar Rp 60 M.

Tadinya Jokowi menyoroti program insentif tenaga kesehatan yang dijanjikan pemerintah. Ia meminta supaya pencairan insentif untuk tenaga medis dipercepat.

Hal tersebut diutarakan Jokowi waktu membuka rapat terbatas pagi ini di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (29/6/2020).

“Selanjutnya saya meminta supaya pembayaran imbursement untuk pelayanan kesehatan yang berkaitan dengan COVID ini dipercepat pencairannya.

Jokowi tidak mau ada tenaga medis yang mengeluhkan sulitnya pencairan insentif mulai dari uang tambahan sampai uang santunan kematian. Bila terdapat prosedur yang berbelit, ia meminta agar lekas dipangkas.

“Misalnya yang meninggal, bantuan santunan harus lekas dikeluar. Prosedurnya di Kementerian Kesehatan betul-betul dapat dipotong. Jangan bertele-bertele. Jika aturan di permennya rumit ya disederhanakan,” tegasnya. (ARM)