Hasil Otopsi Pembunuhan di Pondok Pesantren Darul Ulum

oleh
Hasil otopsi di medis dalam kasus tewasnya santri di Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang menyimpulkan bahwa Abdullah Muzaka Yahya (15), santri PPDU (Pondok Pesantren Darul Ulum) Rejoso, Kecamatan Peterongan, dianiaya 13 orang temannya sendiri, Korban diketahui berdasarkan hasil otopsi dari Rumah Sakit dr Soebandi Jember, tubuhnya penuh luka lebam dan lecet.
Hasil otopsi di medis dalam kasus tewasnya santri di Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang menyimpulkan bahwa Abdullah Muzaka Yahya (15), santri PPDU (Pondok Pesantren Darul Ulum) Rejoso, Kecamatan Peterongan, dianiaya 13 orang temannya sendiri, Korban diketahui berdasarkan hasil otopsi dari Rumah Sakit dr Soebandi Jember, tubuhnya penuh luka lebam dan lecet.

Hasil otopsi di medis dalam kasus tewasnya santri di Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang menyimpulkan bahwa Abdullah Muzaka Yahya (15), santri PPDU (Pondok Pesantren Darul Ulum) Rejoso, Kecamatan Peterongan, dianiaya 13 orang temannya sendiri, Korban diketahui berdasarkan hasil otopsi dari Rumah Sakit dr Soebandi Jember, tubuhnya penuh luka lebam dan lecet.
Hasil otopsi di medis dalam kasus tewasnya santri di Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang menyimpulkan bahwa Abdullah Muzaka Yahya (15), santri PPDU (Pondok Pesantren Darul Ulum) Rejoso, Kecamatan Peterongan, dianiaya 13 orang temannya sendiri, Korban diketahui berdasarkan hasil otopsi dari Rumah Sakit dr Soebandi Jember, tubuhnya penuh luka lebam dan lecet.

JOMBNAG (Memo.co.id ) Hasil otopsi di medis dalam kasus tewasnya santri di Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang menyimpulkan bahwa Abdullah Muzaka Yahya (15), santri PPDU (Pondok Pesantren Darul Ulum) Rejoso, Kecamatan Peterongan, dianiaya 13 orang temannya sendiri, Korban diketahui berdasarkan hasil otopsi dari Rumah Sakit dr Soebandi Jember, tubuhnya penuh luka lebam dan lecet.
Kasat Reskrim Polres JOmbang AKP Wahyu Hidayat mengatakan, ada penggumpalan darah di bagian kepala bagian kiri. ” Kemudian pada baguan bibir terdapat luka akibat benturan benda tumpul,” ujar Kasatreskrim, saat merilis kasus yang banyak menyita perhatian publik tersebut, Rabu (2/3/2016).
Hasil otopsi tersebut menyebutkani, penggumpalan darah juga terjadi di paru-paru bagian depan dan belakang. Kemudian pada bagian dada dan pinggul terdapat luka lebam. Sedangkan pada bagian tangan dan kaki terdapat luka lecet. Nah, yang membuat polisi terkaget-kaget, terdapat luka bakar pada jempol kaki korban sebelah kanan. Oleh para pelaku, lanjut Wahyu, tubuh korban juga dilumuri cat warna hijau.
Apakah luka bakar itu karena korban disetrum? Wahyu belum berani menyimpulkan. “Kita masih dalami. Apakah luka bakar tersebut akibat dari penganiayaan atau sebab lain. Termasuk apa tujuan para pelaku melumuri tubuh korban dengan cat warna hijau. Sekali lagi, hal itu masih kita dalami,” ujar Wahyu.
Abdullah Muzaka Yahya (15), warga Desa Paseban, Kecamatan Kencong, Jember, meregang nyawa setelah dikeroyok 13 santri di asrama pondok pesantren Rejoso, Kecamatan Peterongan, Jombang. Korban dianiaya di dua lokasi. Pertama, Abdullah dikeroyok oleh 6 orang di salah satu asrama, Sabtu (27/2/2016) sekitar pukul 19.30 WIB.
Selang dua jam kemudian, korban kembali ke asrama yang ditempatinya. Namun ironis, di tempat itu sudah ada tujuh orang menunggu. Lagi-lagi, mereka mengeroyok korban hingga roboh bersimbah darah. Abdullah juga mengalami kejang-kejang dan mulut mengeluarkan busa. Setelah tak berdaya, korban dilarikan ke rumah sakit. Meski sudah dilakukan upaya medis, namun korban tidak tertolong. Abdullah meninggal pada Minggu (28/2/2016) malam. (wo)