Beberapa Kali Diingatkan Masih Saja Degil, Polsek Padangan Amankan Beberapa Alat Penyedot Pasir

oleh

Bojonegoro, memo.co.id

Upaya pelestarian ekosistem lingkungan tidak kurang-kurangnya didengungkan, baik oleh pemerintah aparat penegak hukum maupun masyarakat yang peduli terhadap kelestarian lingkungan. Berbagai peraturan yang telah dibuat oleh pemerintah maupun himbauan dari masyarakat merupakan beberapa usaha untuk mengajak kepada semuanya dalam upaya pelestarian lingkungan.

Pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab kita semua sebagai umat manusia, yang mana manfaatnya juga akan kembali kepada kita semuanya yang memerlukan dan menggunakan lingkungan sebagai sarana dalam kehidupan.

Namun, usaha positif apa pun yang telah diupayakan selalu ada yang tidak mengikutinya, bahkan malah melanggarnya. Salah satunya yang terjadi di wilayah Kabupaten Bojonegoro khususnya di Kecamatan Padangan yakni penambangan pasir mekanis. Meski penambangan pasir sudah dinyatakan dilarang dan bagi pelaku penambangan dijerat dengan pidana, ternyata hingga saat ini masih saja marak.

Tiga anggota Polsek Padangan yang dibantu personil TNI dari koramil padangan, dipimpin Kanit Sabhara AKP Rumadi, pada jumat (11/8/2019) melakukan operasi sedot pasir yang menggunakan mesin di wilayah hukum polsek padangan.

Operasi dilakukan atas laporan dari masyarakat yang mengeluhkan maraknya penambangan pasir menggunakan mekanis. Tentu laporan warga yang rumahnya berdekatan dengan bibir sungai bengawan Solo sangat beralasan, takut terjadinya longsor bila disedot secara terus menerus.

Operasi yang dilakukan pada sore hari itu petugas berhasil mengamankan beberapa barang bukti, termasuk mesin sedot ganda dan pipa-pipa. Pada saat dilakukan operasi para pemilik mesin-mesin yang digunakan untuk mengeruk pasir tersebut tidak berada di tempat sehingga tidak terjadi perlawanan. Sementara itu barang bukti diamankan di Polsek Pandangan.

Kanit Sabhara AKP Rumadi memberikan himbauan kepada warga khususnya warga desa yang berdekatan dengan lokasi penambangan pasir yaitu desa Dengok, desa Sidorejo, Ngoken, agar tidak menggunakan mesin dalam menguras pasir. Cukup menggunakan alat manual saja agar tidak merusak ekisistem dan tidak merusak lingkungan yang bisa mengakibatkan terjadinya tanah longsor,”himbau Rumadi

Di tempat terpisah kapolsek padangan kompol Eko Dhani R mengatakan, agar warga masyarakat padangan benar-benar mentaati larangan tersebut. Karena dalam panambangan pasir menggunakan peralatan mekanik sudah di atur dalam undang-undang melalui Perda Bupati Bojonegoro. Oleh sebab itu operasi akan terus-menerus dilaksanakan kalau menambang mengunakan mesin,” ujar Kapolsek.(mus)

Tinggalkan Balasan